Ngepos via Hape

Sebelum Pintu Taubat Tertutup

Kita tak pernah tahu seberapa lama waktu yang kita miliki untuk berpindah dari fase kehidupan sementara menuju kehidupan abadi. Perpindahan itu ibarat tabir yang tersingkap melalui sakratul maut.

Sebelum tabir itu tersingkap, kita masih mempunyai kesempatan untuk bertaubat. Sebuah kesempatan yang sering kita lupakan kerena terpana akan kehidupan dunia. Padahal kita percaya ada surga dan neraka.

Taubat adalah keniscayan yang mesti kita lakoni sebagai manusia yang penuh dengan dosa. Zaman ini, siapa sih manusia yang tidak berdosa. Sebagai manusia kita tentu mempunyai dosa. Alangkah indahnya jika kita sadar akan dosa, dan segera mohon ampun dan bertobat kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

Sudah menjadi kebiasaan banyak manusia yang suka menunda-nunda. Kita tak pernah tahu misteri dari waktu. Tapi masih banyak yang menafikan kemisterian waktu itu dengan menganggap bahwa bahwa mereka hidup selama-lamanya. Menunda taubat adalah salah satu bentuk dari menafikan misteri waktu.

Sesungguhnya Tuhan sangat senang kepada hambaNya yang bertaubat. Pada mulanya kita sebagai manusia berada pada titik yang terdekat dengan Tuhan. Kerena kita melakukan kesalahan dan dosa, maka kita menjauh dari titik itu. Tentunya kita semakin jauh dengan Tuhan. Ketika kita sadar akan dosa dan segera bertaubat, maka kita mendekat kembali ke titik tersebut.

Apabila kita mendekat pada titik itu dengan merangkak, maka Tuhan akan berjalan. Jika kita berjalan, maka Tuhan akan berlari. Begitulah analogi betapa taubat merupakan jembatan untuk kembali kepadaNYA.

Saya merinding ketika mendengar kisah pertaubatan firaun sesaat sebelum ia ditelen oleh laut merah. Saat itu merupakan masa sakratul maut. Masa dimana tabir pergantian fase kehidupan itu terbuka. Dimana surga dan neraka itu tampak nyata. Ketika itulah firaun bertobat, sebuah pertobatan yang sangat terlambat.

Kisah tersebut sebagai pembelajaran agar selalu bertaubat sebelum ajal datang. Sementara kita tak pernah tahu kapan kematian itu tiba.

#memaknai_ramadhan5

NB: Kata “kita” dalam tulisan ini dikhususkan kepada diri dari penulis sendiri. Bukan bermaksud untuk menggurui, hanya sekedar refleksi diri yang ingin dekat dangan Tuhan Sang Pencipta. @garammanis

Iklan

3 thoughts on “Sebelum Pintu Taubat Tertutup

  1. I see you don’t use the potential of social websites like pinterest and facebook on your website.

    You can get huge traffic from social sites on autopilot
    using one useful app, for more details search in google for:
    Alufi’s Social Automation

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s