Ngepos via Hape

Keindahan Cahaya Purnama

Dalam kegelapan malam, aku menyaksikan betapa indah sinar purnama. Keindahannya membuat ku enggan untuk bersua dengan mentari pagi. Aku sadar bahwa masih ada secercah cahaya dalam kegelapan yang telah Engkau ciptakan.

Aku tergugah takala bertemu dengan seorang pengemis yang bersedekah di sebuah mesjid. Tarnyata masih ada cahaya dalam hati seorang yang masih bergelut dengan kemiskinan. Ia tetap bersedekah meski hidup ditengah keterbatasan.

Aku terkejut membaca sebuah penelitian tentang bagaimana gen keimanan bekerja dalam otak. Seorang atheis yang tak percaya Tuhan, ternyata cara kerja otaknya tentang keyakinan pada realitas hampir sama dengan cara kerja otak orang yang beragama. Seorang atheis pun masih mempunyai cahaya “keimanan” dalam otaknya.

Aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang jahat. Kalaupun ada yang berbuat jahat, itu terjadi karena ketiadaan “cahaya” Tuhan dalam hati mereka. Tidak hadirnya Tuhan dalam qalbu membuat mereka dengan mudah melakukan kejahatan.

Mungkin selama ini masih banyak yang menganggap Tuhan hanya hadir di tempat ibadah saja. Ingat Tuhan saat beribadah saja. Diluar itu Tuhan seakan-akan tak pernah hadir dalam setiap aktifitas sehari-hari. Padahal Tuhan hadir di setiap nafas yang kita hela, namun masih banyak yang mengabaikanNYA.

Malam ini misteri sebuah kehidupan seakan tersingkap dengan hadirnya bulan purnama. Malam mengajarkan kepada ku bahwa dalam kesulitan itu terdapat kemudahan.

Malam memberikan ku sebuah makna kehidupan. Ketakutan yang mewarnai pikiran harus aku terangkan dengan pikiran positif. Seperti halnya purnama yang menerangkan malam nan gelap.

#memaknai_ramadhan6

@garammanis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s