Ngepos via Hape

Hidayah Melalui Orang Lain

Tak pernah terbayangkan berapa kali saya melewatkan kesempatan dan hidayah yang diturunkan oleh Tuhan. Hidayah tersebut tak mesti langsung datang kepada diri sendiri. Terkadang hidayah itu datang dari orang lain, interaksi dengan orang lain serta dari apa yang dapat dilihat dan diserap panca indra.

Banyak sekali momen dan hikmah yang tidak tertangkap maknanya dibalik peristiwa yang selama ini saya jalani. Hidayah itu selalu ada disekitar, namun saya tak pernah menyadari bahwa hikmah yang tekandung di dalamnya.

Belakangan saya menyadari bahwa Tuhan susungguhnya telah menujukan kepada saya apa itu makna dari bersyukur. Tuhan menunjukan melalui orang lain, dimana saya berinteraksi dengan orang tersebut. Saya dapat memetik sudut pandang yang berbeda dalam melihat harta dan rezeki.

Selama ini mungkin saya merasa kasihan kepada mereka yang tidak berkecukupan secara materi. Misal saja sering saya iba melihat pengemis yang tergeletak di jalanan.

Mungkin sudah hal lumrah jika rasa iba muncul takkala melihat orang miskin secara materi. Nah, yang tidak lumrah itu adalah merasa kasihan kepada orang yang bergelimang harta. Iba kepada orang yang uangnya banyak.

Ketidaklumrahan itulah yang saya lihat belakangan ini. Saya ketemu dengan seorang yang memiliki banyak uang. Uangnya sudah mencapai milyaran rupiah. Namun, uang yang banyak itu tidak ada nilainya kerena disaat yang bersamaan ia di diagnosa kenker ganas. Untuk berobat saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Disini terbukti bahwa uang banyak tidak akan menjamin hidup bahagia dan nyaman. Dari sini pula dapat dipetik pelajaran bahwa rezeki bukan hanya sekedar harta, tahta dan kekuasaan. Ada bentuk rezeki berupa sehat dan ketenangan, dll.

Bila ada dua pilihan yang harus dipilih salah satu. Mana yang akan kita pilih diantara, hidup kaya tapi sakit-sakitan atau hidup miskin (sederhana) tapi sehat. Mungkin banyak yang memilih pilihan kedua. Meskipun tak sedikit yang coba untuk memilih pilihan pertama dengan pengecualian.

Tidak bisa dinafikan hidup di zaman modern dan materialisme ini kita membutuhkan uang. Akan tetapi uang bukanlah tujuan utama. Ada unsur selain uang yang menjadi prioritas pertama.

Akan lebih celaka lagi jika berpikir untuk hidup miskin. Mencari harta itu penting, yang lebih penting lagi bagaimana harta itu didapat dan bagaimana harta itu didistribusikan.

Lebih penting dari itu semua adalah bagaimana mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki. Bentuk syukur itu bisa dengan berbagi lewat sedekah dan zakat. Apabila belum memenuhi syarat untuk berzakat, maka bersedekahlah. Tuhan Maha Mengetahui.

#memaknai_ramadhan2

Iklan

One thought on “Hidayah Melalui Orang Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s