Ngepos via Hape

Mengisi Ruang Kosong

Alasan enam bulan lalu masih terngiang dalam benakku. Alasan kenapa aku harus berada di kota ini. Satu hal yang membuatku beranjak untuk merantau ke sini adalah untuk menggapai mimpi.

Kala itu impianku begitu kabur. Tak jelas dan tidak terarah. Namun, aku beranikan untuk melangkah meskipun pahit untuk meninggalkan kenangan masa lalu.

Kini sudah enam bulan berlalu. Aku pun masih terombang ambing dan bergelut dengan diriku sendiri. Pencarian jati diri tak kunjung menemukan titik terang.

Aku seakan tak sadar ke arah mana kehidupan ini bermuara. Kegelapan masih menghantui sudut pandangku. Dunia bagaikan ruang sempit yang menyesakan dada.

Jiwa yang melekat dalam ragaku terasa belum lengkap. Masih ada ruang kosong yang tidak pernah aku ketahui kapan diisi oleh takdirku. Aku berharap Tuhan merangkai jiwa-jiwa nan resah ini dalam keesaan NYA.

Aku begitu mendambakan jembatan jiwa. Jembatan yang membuat semua manusia merasakan ketenangan yang sempurna.

Ketenangan itu akan aku rajut menjadi kata-kata yang indah. Sehingga kehidupan di masa depan akan memahami kisahku. Kisah dimana air mata mewarnai perjalananku menuju ketenangan.

Pekanbaru, 1 Juni 2013
@garammanis

Iklan

7 thoughts on “Mengisi Ruang Kosong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s