Ngepos via Hape

Mantan Napi Cari Kerja

Sering kali saya berpikir hidup ini sangat berat untuk dilalui. Hidup ini terlalu susah untuk dijalani. Begitu cobaan dan rintangan menghadang, disitulah disadari bahwasanya hidup ini memang tak mudah.

Seiring beranjaknya usia, cara pandang tentang kehidupan mulai bergeser. Semasa kecil saya tak pernah menyadari bahwa kehidupan di masa dewasa itu tak semudah bayangan sewaktu masih anak-anak dulu. Di masa kecil kita tak pernah dihantui rasa takut. Ketika dewasa ketakutan itu merajalela merasuki jiwa.

Ketika dihadapi dengan sedikit masalah, langit rasanya mau runtuh saja. Padahal orang bijak selalu menasehati bahwa jika kita tidak bisa melewati masalah kecil maka kita tidak akan bisa melalui masalah yang besar.

Nah, nasehat itulah yang menjadi pijakan bagi saya ketika menghadapi kerikil kecil kehidupan. Mamang tak mudah, ketegaran jiwa ini kadang goyah juga. Pikiran pun mengeluh seakan rasa syukur gugur satu persatu dalam benteng diri. Kenapa hidup ini begitu susah ya Allah??

Takala berpikir seperti itu, saya pun tersentak oleh sapaan seorang laki-laki. Ia bertanya kepada saya perihal pekerjaan. Laki-laki itu bertanya pada saya dimana kira-kira ia bisa mendapatkan pekerjaan. Ia berharap saya tahu lowongan kerjaan yang bisa mengarahkanya ke sana.

Pria itu mengaku baru saja keluar dari penjara dua minggu lalu karena dipidana 10 bulan terkait kasus kecelakaan lalu lintas. Ia masuk penjara karena telah menabrak seorang anak laki-laki hingga patah tulang kaki di salah satu perempatan kota pekanbaru.

Setelah keluar dari penjara, ia ingin kembali merajut kehidupannya. Ia kembali kepada bosnya dahulu agar bisa mendapatkan pekerjaan. Namun, si bos menolak mentah-mentah. Setidaknya minimal ia bisa mendapatkan ongkos untuk pulang ke kampung halamannya di luar provinsi sana.

Usahanya pun gagal. Ia bertanya kemana-mana untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Ia berjalan puluhan kilometer dengan penuh harap. Lagi-lagi usahanya kembali gagal. Di kota ini ia tak punya keluarga. Tak punya pekerjaan. Tapi ia masih punya Tuhan yang membuat ia enggan untuk berbuat kejahatan.

Tempat berteduhnya hanyalah mesjid. Di sebuah mesjid di tengah kota pekanbaru inilah ia terlelap dalam kelelahan. Ia ketiduran, dalam tidur, pria itu bermimpi dipanggil oleh anak tunggalnya yang berusia 4 tahun. “Kapan pulang ayah?” Tanya si anak dalam mimpi pria tersebut.

Mimpi tentang anaknya itu membuat pria itu terbangun. Beberapa waktu kemudian ia menghampiri saya dan menanyakan soal pekerjaan tadi. Dan bercerita betapa susah kehidupanya. Sempat ia berkeinginan untuk bunuh diri. Namun ada sesuatu hal aneh yang menghalangi keinginan itu.

Sekarang ia tidak terlalu banyak berharap. Ia cuma ingin pulang dan berkumpul bersama keluarga. Meskipun hidup di kampung halaman dengan bertani.

Saya menghela nafas, ternyata Tuhan Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Tuhan menunjukan kepada saya bahwa masih ada orang lain yang lebih susah dari pada saya. Nikmat mana lagi yang saya dustakan? Mana rasa syukur saya?

Pekanbaru, 1 Mei 2013
@garammanis

Iklan

12 thoughts on “Mantan Napi Cari Kerja

  1. sanksi penjara itu lebih gampang dihadapi daripada sanksi sosial ya…,padahal siapapun itu berhak atas hidupnya tanpa dikucilkan seperti itu gara-gara kesalahannya yang lalu.

    Suka

  2. tulisan ini menyadarkan bahwa saya nggak mau berpandangan buruk dan jangan melihat seseoarang dari masa lalunya. tapi kita harus lihat dari kesungguhannya sekarang dan untuk masa depan. Batua ndak Jo?

    Suka

  3. Ini memang cerita yang sering kita dengar …
    dan ironisnya …
    karena mantan warga binaan itu tidak diterima di masyarakat … lalu mereka (balik lagi) menjadi kriminal.

    Syukurlah pada kasus diatas hal ini tidak terjadi …

    Salam saya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s