Ngepos via Hape

Ayo Berinvestasi di Reksadana

Bicara soal reksadana, saya ingat dengan kasus century. Investasi bodong bank century yang didalangi oleh para pemiliknya. Kasus century ini ikut merambah pada persoalan politik dan hukum yang hingga kini belum jua kelar. Korban dari kasus century bukan hanya nasabah saja tapi sampai menggoyang kursi menteri keuangan sri mulyani kala itu.

Kolapsnya bank century membuat pemerintah saat itu melakukan bailout supaya tidak merambah pada bank lain. Pukulan telak atas jatuhnya bank century terasa sekali oleh nasabah reksadana. Apalagi mereka ditipu oleh investasi reksadana yang mereka beli pada Antaboga melalui agen penjualan di bank century.

Kisruh century membuat sebagian masyarakat sedikit khawatir berinvestasi di reksadana. Banyak yang memilih berinvastasi emas supaya lebih aman.

Berinvestasi di reksadana memang berisko. Namun, jika kita mengenali resiko tersebut dan menyesuaikan dangan profil resiko pada diri kita rasanya berinvestasi di reksadana akan lebih menguntungkan. Tak lupa pula disini kita bisa menyesuaikan resiko dengan jangka waktu kita berinvestasi.

Investasi dalam rentang 1-3 tahun merupakan investasi jangka pendek. Untuk investasi jangka menengah berkisar diantara 3-5 tahun. Sedangkan investasi jangka panjang berkisar diatas 5-10 tahun. Jika ingin berinvestasi pada instrumen investasi maka sesuaikanlah dengan jangka waktu dan profil resiko.

Investasi paling sederhana dan yang paling banyak diminati masyarakat adalah investasi emas. Investasi emas cukup aman, tapi bukan berarti tanpa resiko. Bisa saja harga emas turun, bahkan emas pun bisa hilang dicuri. Selain emas masyarakat lebih banyak menyimpan uang di tabungan. Meskipun tabungan lebih aman dan dijamin oleh lembaga penjamin simpanan. Tetap saja menyimpan uang di tabungan beresiko. Resiko dari menabung adalah inflasi. Dimana bunga tabungan tidak sebanding dengan inflasi yang terjadi di indonesia.

Tidak ada investasi yang tidak beresiko. Selama bisa mengelola resiko tersebut rasanya tidak masalah. Begitupun berinvestasi di reksadana. Meski resiko investasi reksadana cukup besar, return atau tingkat pengembaliannya juga cukup besar. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi dimana apabila ingin untung besar harus maka harus berani rugi besar pula.

Berinvestasi di reksadana tidaklah sesusah yang dibayangkan. Investasi di reksadana semudah membuka buku tabungan. Kita bisa membeli reksadana langsung ke menejer investasi. Selain itu, reksadana juga bisa dibeli melalui distributor atau agen penjualan yang ada di bank yang telah bekerja sama dengan menejer investasi.

Membeli reksadana melalui bank cukup mudah. Ada beberapa bank yang memberikan layanan auto debet untuk membeli reksadana secara berkala. Ada lagi bank yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk membeli reksadana melalui online atau internet banking.

Disamping itu, untuk mulai investasi di reksadana tidak membutuhkan biaya yang besar. Hanya dengan uang 100 ribu kita sudah dapat berinvestasi di reksadana. Mungkin ada yang membayangkan investasi reksadana itu minimal puluhan hingga ratusan juta rupiah, seperti bayangan saya sebelumnya.

Jika dari dulu saya tahu investasi di reksadana bisa seratus ribu rupiah, mungkin sudah sejak dahulu saya memulainya. Saya pikir belum terlambat untuk memulai saat ini. Daripada tidak sama sekali, mending dimulai dari sekarang.

Oleh karena itu, saya langsung membuka rekening tabungan di salah satu bank yang menjadi agen penjualan reksadana. Selain buka tabungan saya juga sekaligus membeli reksadana. Bank tempat saya beli reksadana ini menyediakan fasilitas auto debet pembelian reksadana secara berkala.

Jadi, belum terlambat untuk berinvestasi di reksadana. Ayo mari kita mulai berinvestasi di reksadana dan mengenali resikonya. @garammanis

Iklan

16 thoughts on “Ayo Berinvestasi di Reksadana

  1. Sejak bbrp tahun lalu saya sudah punya reksadana. Sempat ngerasain pas nilainya tinggi sekali ;).
    Investasi memang selalu punya resiko, tp klo taku beresiko ya kapan nambah uangnya, simpan direk tabungan bukannya nambah malah berkurang terus karena biaya administrasi dll.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s