Ngepos via Hape

Pengemis Wanita

Ketika saya melihat pengemis perempuan yang sebaya dengan ibu. Rasanya hati ini bukan hanya sekedar iba lagi, tapi sudah sampai pada rasa pilu dan sedih. Pikiran saya melayang, bagaimana kalau itu ibu kita?.

Saya sendiri tak tahu apa motivasi mereka sehingga memilih untuk mengemis. Saya juga kadang tak pernah berpikir seberapa besar pendapatan mereka dari mengemis. Mungkin saja pengemis menerima penghasilan yang relatif lebih besar dibandingkan karyawan kantoran. Biarkan saja, itu rezeki mereka.

Ada sebagian yang memang bergantung hidupnya dari mengemis. Namun ada juga yang mengemis karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sering kali dijumpai pengemis yang mengeksploitasi kekurangan anggota tubuh mereka. Bahkan tak sedikit jadi pengemis walau badan mereka sehat-sehat saja.

Terserah kita mau memandang dari sudut mana. Pengemis juga seorang manusia seperti kita. Tentu mereka mempunyai perasaan dan rasa malu. Bisa saja kita melihat rasa malu mereka redup karena keterpaksaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi mereka mengemis lebih baik dari mencuri, walau mengemis itu pekerjaan hina di mata masyarakat.

Perempuan tua yang mengemis tersebut berjalan dari satu rumah ke rumah lain. Seperti layaknya seorang salesmen door to door yang menjual produk/jasa kepada konsumen. Namun, pengemis ini tidak menjual apa-apa selain mengharapkan rasa iba dari orang yang mereka jumpai.

Apa yang membuat pengemis wanita itu sama dengan seorang salesmen door to door. Tidak bisa membandingkan diantara kedunya secara adil, sebab dua profesi tersebut adalah dua hal yang berbeda. Yang membuat mereka sama adalah semangat, kesabaran, kegigihan dan tak pernah menyerah meskipun pekerjaan mereka berat.

Bisakah kita berkaca pada sosok seorang pengemis? Hanya hati kecil kita yang bisa menjawabnya. @garammanis

Iklan

4 thoughts on “Pengemis Wanita

  1. Aku melihat dari sudut pandang ini…
    pengemis itu ada supaya kita lebih mudah beramal.. 😀
    tentang dia sebenernya mampu atau cuma males atau memang butuh, biar jadi urusan dia dengan Allah…
    klo pengemis bikin kumuh, ini urusan pemerintah.. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s