Ngepos via Hape

Salesmen

Satu pelajaran berharga yang dapat saya petik belakangan ini adalah makna seorang sales (penjual). Menjadi seorang sales itu bukan sekedar menjual produk saja. Melainkan bagaimana “menjual” diri dengan mengerahkan segala kekuatan dan potensi dalam diri. Ketika mampu “menjual” diri atau mengeluarkan segala potensi dan kemampuan, maka produk apapun yang ditawarkan akan menjadi laris.

Bagi sebagian orang profesi sales seringkali dipandang sebelah mata. Sementara bagi sales sendiri profesi ini, sebagian dari mereka hanyalah sekedar menjual produk saja dan kemudian mendapatkan uang dari jualan tersebut. Setelah itu tak tahu menahu.

Memang betul muara dari sales itu adalah penjualan. Namun, penanganan pasca penjualan tak bisa diabaikan. Pada fase inilah yang penting sebab kepuasan konsumen menjadi tujuannya. Saya masih ingat dengan prinsip bahwa jangan pernah menjual suatu produk jika konsumen tidak membeli kembali. Prinsip ini menunjukan betapa kualitas dan kepuasan pelanggan menjadi faktor penting.

Selain itu yang tak kalah penting adalah proses penjualan itu sendiri, yakni quality proses. Proses dimana penjualan yang berkualitas ikut mendorong kepuasan konsumen.

Akan terasa mudah menjual produk yang merknya sudah terkenal. Sebelum produk itu terkenal tentu sudah beragam kreatifitas dan inovasi dalam memasarkannya agar menjadi populer. Biasanya produk yang sering kali melekat dalam benak konsumen adalah produk yang menjadi pelopor di pasar.

Sementara produk yang merknya belum terkenal akan terasa sedikit susah untuk menjual. Untuk itu diperlukan kratifitas dan inovasi dari para penjual.

Selama ini saya memandang bahwa sales hanya sekedar menjual. Apalagi menjual produk yang brandnya sudah terkenal, tentu akan semakin mudah menjualnya tanpa perlu sentuhan kreatifitas dan inovasi. Sebab tanpa ditawarkan orang pun akan membeli produk tersebut.

Berbeda halnya dengan produk yang belum terkenal. Akan terasa susah untuk menawarkan sebab konsumen belum merasakan kelebihan dan manfaat dari produk tersebut. Meskipun produk itu dibutuhkan, tetap saja susah untuk ditawarkan. Untuk itu, perlu inovasi dan kreatifitas agar produk yang tadinya tidak terkenal dapat menjadi pilihan konsumen.

Ternyata anggapan saya selama ini keliru. Sales bekerja bukan hanya sekedar menjual, sales adalah pekerjaan yang menuntut kreatifitas dan membangun inovasi untuk mencapai target penjualan. Kedua hal tersebut didapatkan dengan menggali potensi dalam diri sendiri, itulah salesmen. @garammanis

Iklan

7 thoughts on “Salesmen

  1. boleh saya bercerita sedikit mas?
    seorang sales tidak hanya dituntut berapa banyak ia harus menjual barang, tapi ia juga harus memiliki kecerdasan (yang menurut saya) harus diatas rata2. mengapa? karena seorang sales harus bisa menempatkan posisinya sebagai “si punya barang” yg artinya dia harus menguasai semua product knowledge dari product tsb. Ia pun dituntut untuk mempertahankan konsumen loyal dan juga mengambil alih konsumen loyal dari product kompetitornya. Untuk product yg sudah menguasai pangsa pasar memang mudah menjual barangnya, tapi sulit untuk mempertahankan konsumen loyal jika ada kompetitor yg lebih unggul. Untuk product perintis dan belum terkenal ya kita mesti babat alas dulu, kalau tekun bisa deh menguasai pangsa pasar 😀
    saya sedih kalau ada sales yg ditolak calon konsumen dg kasar 😦 mereka juga lagi cari nafkah, kadang mereka juga perang batin antara ingin productnya laku atau takut2 mengganggu kenyamanan calon konsumen

    *maaf kepanjangan 😀
    Salam…

    Suka

  2. sudah pernah tahu nama: Bill Porter?

    kalau belum, coba search, ini salah satu orang yg berprofesi salesman yang sangat menginspirasi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s