Ngepos via Hape

Teliti Sebelum Membeli

Apa kabar blogku? Ahh.. Ini pertanyaan yang amat gak jelas. Selain gak jelas tujuan pertanyaan kemana. Tapi juga gak jelas maksudnya apa. Seperti ketidakjelasan dalam memilih untuk berhenti atau melanjutkan pekerjaan saat ini.

Ketika teman jualan, lalu produk yang teman jual itu merugikan orang lain. Apakah teman bloger masih mau jualan produk tersebut?

Maksud kerugian disini bukan hanya melekat pada kualitas produknya, tapi termasuk cara menjualnya. Produk yang kurang bagus tentunya kita menjualnya dengan tidak menyebutkan kekurangan produk tersebut kepada konsumen. Terkadang malah kekuranganya ditutup-tutupi agar orang mau membeli.

Setelah orang membeli, ternyata mereka sadar produk yang mereka beli tidak bagus dan bahkan merugikan. Bagaimanakah respon pembeli tersebut?. Tentunya si pembeli akan merasa kesal, jengkel dan marah bercampur jadi satu karena dikadali oleh janji manis penjual.

Berbeda halnya jika pembeli sudah tahu bahwasanya produk yang mereka beli memang tak bagus karena harganya yang murah. Dalam hal ini setidaknya pembeli sudah sadar membeli produk yang kurang bagus itu. Jadi kekecewaanya tidak sebesar orang yang dikadali penjual.

Untuk kasus kedua ini saya ada pengalaman dalam membeli jeket KW istilah lain dari jaket palsu. Sedari awal saya sadar jekat yang saya beli kurang bagus karena harganya yang murah. Harga berbanding lurus dengan kualitas. Saya sadar dengan prinsip itu. Sehingga saya gak terlalu risih jika barang yang saya beli dengan murah tersebut gak tahan lama.

Ternyata kerisihan saya itu terjawab sudah. Sehari kemudian jeket yang saya beli itu rusak reseltingnya. Aduh, mulanya agak kecewa. Sebab baru sehari pakai jaketnya udah rusak. Tanya kepada penjual, ternyata jaket tersebut tidak bisa diretur/dikembalikan. Tapi, saya terima karena dari awal saya sudah ambil resiko beli barang murah.

Nah, bagaimana jika kasusnya kita beli produk itu dengan harga mahal. Lantas kualitasnya sangat buruk sekali. Malah produk yang kita beli itu merugikan donk. Mana mungkin orang mau keluarin duit banyak hanya untuk beli barang yang jelek.

Ujung-ujungnya pembeli baru merasakan tertipu setelah membeli produk yang mahal sementara kualitasnya buruk. Salah kita juga sih sebagai pembeli karena gak mau teliti sebelum membeli. Selain itu, ada andil kesalahan dari penjualnnya.

Rasanya ada beban moral sebagai seorang pedagang yang tahu barang yang dijualnya tidak bagus tapi masih saja dijual kepada orang lain. Memang pilihan yang dilematis ya sobat bloger. @garammanis

Iklan

5 thoughts on “Teliti Sebelum Membeli

  1. Kalau kita tertipu ya tidak belanja lagi dengan orang tsb, malah kadang kita cerita ke teman2 spy jangan beli sama org tsb. Akibatnya tdk baik kan, makanya lebih baik berkata jujur supaya laku jualan :D.

    Suka

  2. karena fny merasa ga berbakat jualan, fny ga bisa kasih saran nih uda ajo..hehehe..tapi kalau menurut fny, kalau pas jualan itu kita kasih garansi gimana da ajo? Kan pembeli bisa jadi respek sama yang jualan..hhehe 😀 *emang lagi jualan apa sih uda?*

    Suka

  3. hehe…
    se7 banget teliti dalam membeli…
    itu hukumnya wajib, klo bisa survey di banyak toko atau browsing harga2..

    thx for coming to my blog..
    sering kunjung2 yee.. hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s