Ngepos via Hape

Gagal Naik Haji

Hari masih terlihat pagi. Matahari seakan enggan untuk menjulang tinggi. Dua perempuan masuk ke sebuah bank syariah. Satu perempuan tua dan satu lagi perempuan separuh baya.

Entah apa hubungan kedua perempuan tersebut. Tentunya perempuan paruh baya sedang menemani perempuan tua itu. Disini aku lebih senang menyebut perempuan tua dengan sebutan nenek. Memang dari raut muka dan usianya sudah dikategorikan sebagai seorang nenek.

Nenek tampak lesu memasuki pintu bank yang disambut senyum ramah security. Sudah dua hari ini ia bolak balik mengurus pencairan dana haji milik suaminya yang meninggal sebelum sempat menunaikan ibadah haji.

Ketika petugas bank mengecek persyaratan pencairan dana, mata nenek tampak berkaca-kaca menahan sedih. Ia coba untuk tabah dan mencoba mengikhlaskan kepergian suaminya. Tapi kesedihan tidak dapat dibendung. Mata nenek meneteskan air kesedihan yang mendalam.

“Kasihan ya nak, bapak gak jadi naik haji. Dulu tahun 2003 hanya nenek yang berangkat haji karena waktu itu uangnya hanya cukup untuk satu orang. Bapak mengalah karena keterbatasan biaya” Kata nenek itu sambil mencoba menahan tangis.

Nenek tampak menyesal, kenapa waktu itu bukan suaminya yang berangkat. Ingin sekali dia menggantikan posisi suaminya. Tuhan telah berkehendak lain dengan menjeput suami nenek itu terlebih dahulu ke sisiNYA sebelum menginjakkan kaki di tanah suci.

Aku sendiri tak sanggup menahan sedih takala melihat mata si nenek. Di mata yang berbinar itu tergambar kekuatan cinta diantara mereka. Meski telah berada di dunia yang berbeda. Ikatan jiwa mereka masih terpancar jelas.

Tak berapa lama kemudian nenek berhasil membendung air matanya takkala mengantri di teller. Namun, saat uang diserahkan, nenek pun tak sanggup menahan air mata lagi. Ia pun kembali larut dalam duka yang mendalam.

Jika uang dalam genggamannya itu bisa ditukar dengan jiwa suaminya. Maka ia akan memilih pilihan itu. Tak mungkin memang. Suratan takdir tak bisa diganggu gugat.

Semoga tetap sabar dan tabah ya nek. Mungkin Tuhan akan memberikan skenario indah di alam sana untuk nenek dan suami. Sebab kita semua akan kembali kepada Sang Maha Pencipta.

Salam

Iklan

16 thoughts on “Gagal Naik Haji

  1. Mungkin dengan uang itu dia merasa berdosa kepada suaminya. SEmoga di lapangkan kubur sang suami dan nenek bisa menggunakan uang tersebut utk kebutuhannya sehari2. Amin

    Suka

  2. Salam kenal dari Jogja..
    walaupun blm sempat, tapi sudah berniat.. Maka insya allah sudah ada catatannya.
    ohya, bagi ahli warisnya bisa menghajikan ortu yg sudah meninggal kan? Syaratnya si anak sudah berhaji terlebih dulu.

    Suka

  3. ini juga kejadian di mertua saya hikz… bapak mertua meninggal sebelum s4 menunaikan ibadah haji. meskipun dananya sudah disetor ke bank…… ikut sedih membaca kisah ini…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s