Ngepos via Hape

Beda Bandara

Hari menunjukan sekitar pukul 16.00 WIB. Bandara International Minangkabau (BIM) mulai tampak ramai, ada sms masuk yang berbunyi “dimana? Aku sdh mau check in.” Sms itu membuat saya berpikir berarti janjian dengan rekan yang belum kenal dan belum pernah bertemu di depan counter check in maskapai penerbangan.

Setiba saya di tempat check in, lalu saya telepon lah rekan tersebut. Entah kenapa ia bilang juga berada di depan pintu check in. Saya tengok kanan kiri gak ada yg megang handphone. Tadi ia bilang pakai baju abu-abu, lalu saya liat gak ada yang pakai baju abu-abu.

Nah selanjutnya ia bilang pintu check ini bukan di lantai 1, tapi di lantai 2. Makin bingunglah saya. Sejak kapan chack ini BIM pindah ke lantai 2. Selama ini check in itu tempat kita ngelaporin tiket dan masukin barang bagasi di counter maskapai penerbangan yang ada di lantai 1 BIM. Lalu saya bertanya-tanya, apakah tempat pemeriksaan petugas imigrasi dilantai 2 itu yang disebut pintu check ini? Rasanya tidak.

Karena makin bingung saya putuskan untuk check ini di counter dan naik ke lantai 2. Setiba di lantai 2 saya kebelet dan pergi ke wc sekalian sholat di mushala. Lalu saya kabari rekan tadi bahwa saya sholat dulu di mushala lantai 2.

Setelah shalat saya telpon lagi, malah tidak diangkat. Saya sms gak di balas. Kayaknya ngambek atau marah nih orang. Sebab gak mau ngangkat telpon saya. Ya, udahlah.

Disudut ruang tunggu tampak beberapa pria yang memakai baju abu-abu. Saya menduga diantara mereka ada orang yang saya cari, tapi gayanya seolah mau ngerjain. Saya pun mulai berpikir masa bodoh aja jika benar mereka ngerjain saya.

Ketika flight menuju jakarta mau berangkat. Saya tungguin rombongan tersebut untuk naik pesawat dulu. Saat semua penumpang udah mulai masuk, merak tak kunjung masuk. Makanya, dari pada ketinggalan pesawat lebih baik saya naik dengan segera.

Saat naik ke pesawat menuju jakarta, berbunyilah panggilan agar penumpang tujuan medan menaiki pesawat lainnya. Barulah mereka bergerak. Nah, ternyata rombongan itu menuju medan.

Saya masih menduga bahwa mereka bukan satu tujuan dengan saya, yakni ke jakarta. Tapi transit dulu ke medan dan lanjut terbang ke jakarta.

Di pesawat saya mikir untuk mencoba menghubungi rekan tersebut di bandara sukarno hatta, Jakarta. Setiba di bandara barulah ditelepon lagi. Ia mengangkat dan bilang nunggu di rumah makan padang yang ada di bandara. Oke janjian disana. Tapi saya ambil bagasi dulu. Akhirnya bertemu juga dengan rekan tersebut.

Setelah ngobrol barulah kami tahu bahwa kami naik di bandara yang berbeda. Rekan tadi naik di bandara pekanbaru. Saya naik di bandara padang. Pantes aja gak ketemu, dia di pekanbaru dan saya ada di padang. Bener-bener kacau deh hari itu. @garammanis

Iklan

28 thoughts on “Beda Bandara

  1. hahahha ya ampun ko gitu.

    Mirip dengan saya, dulu pernah janjian dengan 2 teman di satu mall, janjian bertemu di toko A, saya sudah di Atrium Senen dan di tokonya, bolak balik teman saya bilang dia juga sudah di toko A, ujung-ujungnya baru ketauan ternyata teman saya di Mall Arion, sedangkan saya di Atrium. Benar kata pak Lambang judulnya “gak nyambung” :D.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s