Ngepos via Hape

Pandangan Pertama Yang Menakutkan

Ketika ada giveaway tentang pandangan pertama dari Idah Ceris, saya malah bingung. Bingung harus mulai dari mana. Sebab ingatan tentang pandangan pertama saya terlihat kabur karena belum ada kesan yang melekat tajam.

Padahal banyak kisah tentang pandangan pertama terhadap sebuah benda maupun kepada seseorang. Pandangan pertama pada seseorang tentu lebih melekat dibandingkan dengan pandangan pertama pada sebuah benda. Apalagi pandangan pertama pada sesorang tersebut berujung di pelaminan.

Sementara pandangan pertama pada sebuah benda sangat berjibun banyaknya. Terakhir kali adalah pandangan pertama pada botol urine dan alat rontagen.

Pertama kali melihat botol urine rasanya agak gimana-gimana gituh. Takut, cemas, deg-degan bercampur menjadi satu. Khawatir jika botolnya gak steril yang berakibat buruk pada hasil tes urinenya. Meskipun saya bukan pecandu narkoba, tapi saya tetap khawatir jika zat adiktif dalam “rokok” dapat diketahui dari sana. Sekarang sih udah pensiun total dari rokok, itupun sudah lima tahun lampau.

Selanjutnya juga agak bingung dengan standar operasional tes urine ini. Pertama disuruh cebok dulu, urine dikeluarkan sedikit lalu ditampung dan berhenti sesuai takaran yang diminta. Sebetulnya sederhana dan mudah sih. Namun, karena ini tes urine pertama yang diiringi dengan ketakutan yang tak menentu maka kesannya cukup menakutkan.

Kesan pertama yang menakutkan lainnya adalah saat berada di ruangan rontagen. Awalnya saya terkesima melihat perangkat rontagen yang sangat canggih di sebuah rumah sakit ternama. Namun hal itu berubah menjadi ketakutan ketika saya ditugasi untuk menunggui pasien di ruang rontagent tersebut. Saya khawatir jika perangkat canggih itu rusak dan memuntahkan radiasi nuklir.

Padahal waktu itu standart operasional berada dalam ruangan itu cuma memakai penutup baju baja seperti baju yang dipakai untuk menutupi badan saat memasak. Jika ruangan itu tercemar radiasi nuklir, maka baju itu sekiranya gak cukup untuk melindungi seluruh badan. Karena itu saya cukup cemas dan merasakan ketakutan yang tak menentu.

Seharusnya ada pertanyaan mendasar yang mesti dijawab oleh ahlinya. Yakni, apakah perangkat rontagen itu memiliki radiasi nuklir yang berbahaya apabila terjadi kerusakan pada perangkat tersebut? Ini membuktikan bahwa ketidaktahuan membawa kecemasan yang tidak menentu alasannya.

Mungkin itulah kesan dan pendangan pertama terhadap sesuatu yang dihantui paranoid. Bagaimana dengan pandangan pertama sanak?

NB: Tulisan ini diikut sertakan pada giveaway Giveaway langkah catatanku dari mbak Idah Ceris @garammanis

Iklan

19 thoughts on “Pandangan Pertama Yang Menakutkan

  1. Walaupun dengan memahami kita jadi bisa mengantisipasi dan mempersiapkan diri, ada juga situasi dimana lebih baik kita nggak tahu sama sekali dengan apa yang akan kita hadapi supaya nggak paranoid. Hehehe…

    Suka

  2. Pandangan pertama memang bisa sejuta rasanya …
    takut … senang … cinta … excited … kagum … bahagia … sedih dan seterusnya …

    Semoga sukses di perhelatan Idah ya Jo

    salam saya Ajo

    Suka

  3. Pandangan pertamaku yg bolh dikatakan agak khawatir pas wkt itu nambal gigiku yg belubang(mklum dlu suka x sm coklat)..pas dokter ngebor gigiku,sy khawatir lidahku kena bornya…..

    Suka

  4. Halau, Mas Ajo.
    Maaf baru mampir. 🙂

    Saya belum pernah tes urine, jadi belum tau rasanya seperti apa. 😆
    Koq jadi ikut takut ya? Takut botol itu daur ulang. 😉

    Terimaksih sudah ikut meramaikan syukuran GA Langkah Catatanku ya, Mas. ^_*

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s