Ngepos via Hape

Perempuan Penambal Ban

Ketika menuju pulang, tanganku tiba-tiba bergetar. Perasaan berkata tampaknya ada yang tidak beres. Ku lepas genggaman di tangan dan menohokan kepala ke bawah. Ternyata ban motor depan tak berangin. Waduh, bocor lagi.

Mataku tertuju sekeliling jalan arifin, Pekanbaru. Dari kejauhan terlihat sebuah ban bercat putih tertancap di pinggir jalan. Di pinggir ban tertulis “tambal ban tubles”.

Untung saja motor yang aku tunggangi waktu siang yang terik itu bocor di dekat bengkel tambal ban. Tak perlu bersusah-payah mendorong motor terlalu jauh.

Setiba di bengkel aku menjumpai seorang ibu dan anak kecil yang sibuk bermain dengan bolanya. Tak terlihat seorang pun laki-laki disana untuk mengadu supaya ban motor ku ditambal dengan segera. Hanya seorang perempuan paruh baya yang ada. Mungkin itu istri pemilik bengkel tambal ban. Aku berharap ia memanggil suaminya sambil bilang “tambal ban donk bu”.

Bukannya memanggil suaminya, perempuan itu malah mengambil kunci dan peralatan untuk menambal. Dengan cekatan ia membongkar roda depan motorku. Ia begitu mahir, dalam waktu singkat biang permasalahannya dapat diketahui, ban tersebut sudah sobek dan tak dapat digunakan lagi. Akhirnya ganti ban baru karena tidak bisa lagi di tambal.
Sebelumnya tak asing lagi bagiku melihat pekerjaan laki laki dikerjakan oleh perempuan. Ada kernet perempuan. Ada sopir perempuan dan zaman sekarang sudah ada negara yang dipimpin seorang perempuan. Namun, baru kali ini aku menemukan perempuan penambal ban.

Kita semua sudah mempunyai peran masing-masing. Selama ini perempuan dipahami hanya berperan diranah dapur, sumur dan kasur. Kali ini perempuan sudah siap tempur dan beranjak dari tiga ranah tersebut.

Memang tidak semua perempuan yang berani. Hanya segelintir saja yang berani meruntuhkan paradigma masyarakat yang masih mendiskriminasikan kaum perempuan. Sebagian ada yang berasal dari potensi dan kemapuan mereka sendiri sebagai perempuan hebat, namun sebagian perempuan lain terjun di garda terdepan karena tuntutan hidup yang semakin keras.

Mungkin kita dapat berkaca pada kehidupan bintang, yang mana betina begitu tangguh mengasuh anak-anaknya ditengah hutan belantara nan ganas. Tak salah memang kita sebagai manusia yang dianugrahi pikiran untuk berkaca pada prilaku binatang. Sebab kita adalah “binatang” yang berakal.

Lain binatang, lain lagi manusia. Kesuksesan seorang laki-laki tak dapat dilepaskan dari peran perempuan yang ada dibelakangnya. Perempuan penambal ban itu adalah salah satu dari perempuan hebat yang terlahir untuk laki-laki yang hebat. Beruntunglah laki-laki pemilik bengkel tambal ban itu memiliki istri yang hebat.

@garammanis

Iklan

21 thoughts on “Perempuan Penambal Ban

  1. Ditempat saya juga ada beberapa perempuan penambal ban dan perannya bukan menggantikan sementara suaminya yang mungkin sedang istirahat. Tapi memang dia lah yang berprofesi sebagai penambal ban.

    Suka

  2. Saya belum pernah menemuinya secara langsung. Tapi, kalau perempuan yang jadi pekerja untuk bangunan (istilah jawanya: kuli bangunan) saya beberapa kali menemuinya. Mengangkut batu batu, adonan pasir dan semen, dari pagi sampai sore. Salut banget.

    Suka

  3. Subhanallah…..Super Sekali……
    Pertama kalinya saya melihat wanita2 perkasa……
    ini bukti bahwa wanita juga mempunyai kompetensi layaknya laki-laki

    Suka

  4. jan ka di kota jo kun..di kampuang kito sj ado tu..sabalun pasa limau puruik sabalah kiri atau sabalah kida jadi juo..ado tu…cewek nambal ban usia msh anak sekolahan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s