Ngepos via Hape

Aceng dan Yusuf

Bisakah kita sesabar Nabi Yusuf. Udah dituduh berselingkuh dengan istri pejabat, setelah itu dimasukan pula ke dalam penjara. Sementara keluarga tidak pula dapat menjadi sandaran karena saudara telah membuangnya.

Masalah memang datang silih berganti. Terkadang malah terjadi secara bersamaan tanpa bisa diprediksi. Namun, mau tak mau masalah itu mesti dihadapai, apapun jenis masalahnya.

Sesungguhnya dari masalah itu esensi sebagai manusia itu bisa dirasakan. Namun, tidak semua manusia yang mampu berdamai dengan masalah. Sebab kesabaran kurang mendarah daging.

Bila mengingat kisah Nabi Yusuf. Menyadarkan bahwa cobaan yang datang bertubi-tubi tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak sabar.

Mungkin kita tidak sekaliber dengan Nabi. Namun pada dasarnya kita sama-sama manusia. Maka sudah sepantasnya kita meneladani Nabi Yusuf.

Tidak seperti bupati yang lagi rame itu lho. Tampaknya seperti meneladani perbuatan Nabi. Tapi tingkah lakunya jauh dari kata azas kepatutan. Seneak udelnya berpoligami. Dengan kekuasaan dan harta yang dimiliki langsung saja jatuhi talak pada istri kedua secepat kilat.

Katanya sih istri kedua yang dinikahi secara kilat itu tidak sesuai ekspektasi. Burhubung si istri muda tidak sesuai harapan dan perjanjian, maka langsung di cerai dengan seketika. Isunya sih, istri muda itu gak perawan. Gak tau betul apa kagak nih isu.

Gue pun jadi mikir. Emang milih istri itu harus memilih yang sempurna gitu. Atau perlu berharap dapet daun muda, walau masih terikat dengan daun tua.

Ahh.. Dari pada pikiran gue melayang jauh, mending gue bayangin ketampanan Nabi Yusuf yang didenger dari beberapa riwayat yang menggambarkan betapa tampannya Yusuf. Ngebayangin aja gue udah mikir perempuan mana yang tak bisa dipikat oleh beliau.

Jika dibandingin dengan bupati itu. Tentu kalah jauh ya sama sosok Yusuf. Tapi, gue heran kenapa bisa-bisanya bupati itu dapet yang seger ya.. Tau dah.. Namanya perasaan sulit dibohongi yang kadang tidak mengenal batas usia.

Sayang perasaan cinta itu pupus dalam waktu singkat yang kini telah menjadi polemik di ranah publik.

Dari pada ngelantur kemana-mana. Mending gue tutup dengan doa agar kedua pihak antara bupati dan istri mudanya supaya sabar dalam mengahadapi masalah yang dihadapi. Tak lupa, gue berharap agar sang bupati legowo mundur dari jabatannya.

Mari kita teladani sifat Nabi Yusuf.

Salam Sanak.
@garammanis

Iklan

14 thoughts on “Aceng dan Yusuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s