Ngepos via Hape

Masih Ayat 21

Sebagaimana posting sebelumnya yang berjudul ayat 21. Postingan kali ini masih berkaitan dengan postingan tersebut.

Tidak mudah memang menjadikan postingan jadi inspirasi untuk postingan berikutnya. Walau tidak mudah, bukan berarti tidak bisa.

Nah, untuk bisa menangkap makna ayat 21 surat Ar Rum pada postingan sebelumnya itu, maka dibutuhkan pengetahuan tafsir. Jika tidak memahami ilmu tersebut, setidak-tidaknya coba buka buku tafsir al Quran yang sudah ada.

Bagi saya buku tafsir al misbah karya Quraish Shihab merupakan buku yang layak untuk dijadikan teman sehari-hari. Teman yang menjadi petunjuk atas realitas kehidupan.

Dalam realitas kehidupan saya menemukan fenomena kegalauan. Sudah jelas kegalauan bikin hati tidak tenang. Kegalauan bukan hanya milik kaum alay. Galau begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Terutama kegelisahan para manusia yang belum terikat dalam pernikahan.

Suatu ketika seorang teman yang masih bujang pernah berkata pada saya ” Si Anu kok beraninya menikah, ya. Padahal belum mempunyai penghasilan tetap”. Secara ekonomi teman saya itu cukup mapan dan sudah mempunyai pekerjaan tetap dengan gaji lumayan. Tapi kenapa doi masih galau saja untuk menikah.

Nah, itulah kegelisahan. Kegelisahan yang tidak membuat hati tenang. Rasa takut masih menggelayut. Takut nanti setelah menikah mau dikasih makan apa anak orang.

Rasa takut itu pun pernah dirasakan oleh seorang teman yang kini telah mempunyai anak dua orang. Semasa bujang ia berpikir seperti itu. “Emang bisa kasih makan keluarga, sementara pekerjaan saja belum tetap. Apa dikasih makan pasir saja” pikirnya begitu. Namun, setelah menikah ketakutan itu tidak terbukti. Malah ada saja rezeki yang menghampirinya.

Hal demikian menggambarkan bahwa pernikahan yang merupakan penyatuan dua pasangan berbeda bukan hanya sekedar ikatan cinta. Melainkan mampu menjadikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang gelisah sabagaimana pada firman-NYA “….Dia menciptakan untuk kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri supaya kamu tenang….” (Ar Rum ayat 21)

Lantas, muncul kembali sebuah pertanyaan, benarkah pernikahan itu menghasilkan sebuah ketenangan? @garammanis

Iklan

18 thoughts on “Masih Ayat 21

  1. Mesti nikah dulu kayaknya, baru bisa komen…hehehee…tapi kalau menurut fny yg masih ababil ini, kalau niat nikahnya beneran buat ibadah karena Allah, bisa jadi aja ketenangan uda ajo..tenang dari dosa maksiat dan zina mungkin salah satunya *mungkin, fny juga ga ngerti*

    Suka

  2. Setelah menikah saya jadi menyesal…. menyesal koq tidak dari dulu-dulu saya menikah… karena menikah itu enaknya cuma 10%…. yang 90% uuueeennnaaaak byaangeeeeeeettttzzzzzz…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s