Ngepos via Hape

Malu Aku Malu

Malu aku malu. Pada burung yang terperangkap dalam sangkar. Burung itu menyindirku dengan kicauan. Meski terkurung, ia terus berekspresi.

Malu aku malu. Pada orang cacat yang berjalan tanpa kaki. Mereka menginjak keangkuhan dunia dengan tongkat ala kadar. Seakan melangkahi pikiranku yang kerdil ini.

Malu aku malu. Pada si buta yang melihat dengan hati. Memandang kebodohanku dengan senyuman. Aku hanya bisa menatap fana.

Malu aku malu. Pada segerombolan semut yang bersatu mengatasi kemustahilan. Kebersamaan itu menjawab segala keraguan yang ada pada diriku. Jika Tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang tak mungkin.

Malu aku malu. Pada malaikat yang setia mengintaiku tanpa perlu menegur kesalahanku. Ia hanya bisa mengadu, sementara diriku terus menerus mengulangi kesalahan itu.

Lantas, pada siapa lagi aku harus malu?
@garammanis

Iklan

32 thoughts on “Malu Aku Malu

  1. *merenung….. begitu banyak kesalahan dan kebodohan yg kulakukan selama ini* hiks … 😥

    terimakasih Jo, sudah mengingatkan …
    semoga kedepannya kita semua bisa lebih baik lagi ,aamiin
    salam

    Suka

  2. ketika bagian “malu aku malu. pada malaikat…..”, langsung deg dijantung. emang telat nyadar, tapi akhirx tetap tersadarkan.

    nice uda ajo 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s