Ngepos via Hape

Kala Anak Punk Pergi ke WC

Secara ideologis punk merupakan respon sosial yang anti kemapanan. Ciri anak-anak punk sangat mencolok dari penampilan mereka. Gaya pakaian mereka yang kusam dan model rambut mereka yang unik membuat mereka berbeda dibandingkan masyarakat kebanyakan.

Sebagian masyarakat memandang anak punk tak lebih dari sampah masyarakat. Bahkan negara yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah daerah membasmi mereka dengan dalih menggangu ketertiban umum dan tak sesuai dengan nilai budaya setempat.

Meski demikian, keberadaan anak punk hingga kini tetap eksis. Mereka bertahan dengan mengamen di jalanan dan tidur dimana saja. Kehidupan mereka yang tampak berantakan itu bukan berarti latar belakang ekonomi keluarga mereka tidak mampu. Bisa saja diantara mereka berasal dari keluarga kaya raya, tapi jiwa muda mereka yang pemberontak membuat mereka memilih untuk kabur dari keluarga.

Seringkali anak punk dipersepsikan bukan saja anti kemapanan. Namun, anak punk dipahami sebagai gerombolan orang yang anti air dan anti bersih. Ada pula yang bilang anak punk diharamkan menyentuh air. Emang bisa?

Pertanyaan itu yang menggelayut dalam pikiranku. Jika anak punk di negara barat misalnya, bisa saja mereka tidak bersentuhan dengan air. Sebab selain kondisi disana yang bersih, budaya mereka setelah buang air besar selalu menggunakan tisu. Bagaimana dengan anak punk di Indonesia? Gak nyaman rasanya cebok menggunakan tisu, jadi mau tak mau harus nyentuh air.

Pagi ini seorang anak punk tampak keluar dari wc umum satu-satunya di kota ini. Tangannya yang basah oleh air cukup menjelaskan bahwa tidak benar jika anak punk itu anti air. Sebab tanpa air, kita tidak akan bisa hidup. Makna sesungguhnya dari punk tersebut adalah anti kemapanan ditengah hiruk pikuk kapitalisme.

Kadang terlihat aneh ketika anak punk itu malah berlindung dalam kemapanan itu sendiri.

Bagaimana dengan sanak bloger dalam memandang kemapanan?
@garammanis

Iklan

40 thoughts on “Kala Anak Punk Pergi ke WC

  1. Haah? Uda dengar darimana kalau anak punk itu anti air *waterproof dong yaaa*..bisa dipake buat ngelapisin dinding..hihihiiii…mana bisa hidup tanpa air..terus kalau mereka minum pake apa? pake air kan..hehehee…:-D

    Suka

      1. Kan anti air ceritanya Mas Dani..hihihiii…

        Mapan itu tidak tergantung dengan orang lain..tapi yang masih aku belum ngerti, kenapa anak punk dibilang terkadang berlindung di balik kemapanan itu sendiri?

        Suka

  2. anak punk itu ga mau tergantung sama orang lain, independent. itu sih yang saya tangkap dari komentar adik-adik yang biasa hidup di jalanan yang beberapa tahun lalu saya temui.

    Suka

  3. anti kemapanan atau anti tanggungjawab tuh… πŸ˜› jangan2 melabeli diri anak punk hanya untuk melindungi diri dari tuntutan bekerja secara normal dan menaati peraturan. tapi asal gak merugikan orang lain sih silahkan aja.

    Suka

  4. anti air di negara tropis?
    waduh…cuci bajunya gimana? sikat gigi gimana? he..he…
    kasihan orang tuanya ya kalau anak punk itu nggak mau pulang ke rumah

    Suka

  5. Kebetulan saya tinggal dikota kecil yg anak punk nya nggak sebanyak kota besar.
    Dan yg saya tau, anak punk yg ada di kota saya itupun pendatang dari kota besar.
    Mangkalnya di lampu merah dan denger2, mereka tidur di pemakaman umum

    Suka

  6. booooo kalo liat anak punk keliaran emang yang pertama kali saya nilai adalah penampilan mereka. awut awutan kayak ga pernah mandi hehehe baru tau ternyata mereka anti air 😯

    Suka

  7. memang kita sering kali menilai dengan yg nampak oleh mata, dan itu tidak bisa disalahkan bukankah memang itu yg kita lakukan.

    tapi ada kok punk yanh baik, kayak di film2 heheeee

    Suka

  8. hahaha,,, lebih bagus mana hidup dalam keteraturan atau hidup menuruti kmauan nafsu pribadi… apa yg spt itu lepas dari hukum dan kaidah2 yang berlaku didalm masyarakat, hukum sosial dan terlebih lagi hukum agama? semua yang mereka lakukan hanya mengikuti angan2 dan penafsiran sendiri,, semuanya serba boleh, itulah menurut orang yang hidup dg topeng kebebasan berekspresi yang dilindungi dan dilegitimasi oleh ”demokrasi”

    Suka

  9. TmnD sAyA anaX punk maz ,, AnD dYa kl0 maNdi biZa sebulLan se’X ,, jAdi kl0w Gga beNer” di tArik mama’ny Ke kaMar mAndi ,, dia Gga mwU mAndi ,, truZ juGa dya suxa menYendiRi .. Xixixi.. Salam damai ,, 1 hati 2 jari 3 warna πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s