Ngepos via Hape

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Pidato presiden malam ini (8/10) cukup tegas menanggulangi tawuran antara Polri dan KPK. Kedua institusi hukum negeri ini tak ubahnya seperti anak sekolah yang sering tawuran di jalanan. Dulu dikenal dengan istilah cicak buaya, sekarang entah apa lagi namanya.

Bila kita melihat secara menyeluruh, tawuran yang sering terjadi di tengah masyarakat merupakan cerminan dari sikap pemimpin negeri kita. Mulai dari tawuran antar kelompok masyarakat hingga tawuran anak sekolah yang terkadang memakan korban jiwa.

Seiring waktu berjalan, tawuran seakan tak pernah henti melanda negeri ini. Kita merasa miris ketika menyaksikan tawuran menyebabkan nyawa dengan mudah melayang. Tapi sampai kapan tawuran ini akan berhenti? Saya pikir hal ini tak akan pernah berhenti. Sebab tawuran sudah ada sejak dahulu kala, hanya kasus dan konteks saja berbeda.

Untuk itu, tawuran tak bisa dihilangkan. Namun, tawuran hanya bisa dicegah dan ditanggulangi dengan cara yang sesuai dengan zaman.

Satu hal tak lekang oleh waktu dan zaman adalah agama. Dengan menanamkan nilai-nilai agama akan berdampak pada individu yang menghargai kemanusiaan. Tawuran secara nyata merupakan kejahatan kemanusian yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian itu sendiri.

Ketika berpegang pada nilai agama maka akan tercipta pribadi yang tidak mudah emosi dan tidak memiliki sentimen yang selalu mengedapankan bahwa kelompok kita yang hebat, sekolah kita yang bagus dan institusi kita yang benar.

Disamping itu peranan keluarga tidak dapat dikesampingkan dalam mencegah dan menanggulangi tawuran. Berawal dari keluarga itulah seorang anak sadar bahwa tawuran di jalanan itu tidak baik, sebab ada orang tua yang sudah menunggu sepulang sekolah. Berawal dari keluarga pula seorang bapak akan berpikir dua kali untuk terpengaruh provokasi kelompok tertentu untuk melakukan aksi kekerasan.

Hal demikian merupakan pondasi dasar untuk mencegah dan menanggulangi tawuran. Selain itu, barulah diikuti dengan melakukan aktivitas bermanfaat dan positif agar tawuran tidak mudah terjadi. Seperti berolahraga, mengadakan pentas seni dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang membuat anak muda lupa dengan tawuran.

Oh ya, terakhir adalah teladan dari para pemimpin. Pemimpin di negeri ini harus menunjukan kedewasan dan profesionalitas mereka. Sebab mereka adalah panutan masyarakat. Jika pemimpin rusak, maka masyarakat akan rusak pula.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu: Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran @garammanis

Iklan

13 thoughts on “Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

  1. akhirnya mas gusti ajo jadi peserta tawuran juga ^^

    keteladanan para pemimpin merupakan contoh yang akan ditiru oleh anak anak muda jamn sekarang mas

    sukses ngontesnya mas

    Suka

  2. Lembaga yg seharusnya mencegah tawuran ternyata adalah lembaga yg senang tawuran. Jangan2 isi lembaga itu alumni tukang tawur jalanan

    Suka

  3. wah miris liat banyaknya dampak negatif akibat terjadinya tawuran ini. Semoga tawuran bisa berhenti.
    oh ya masbro,
    saya ngadain kontes menulis berhadiah kecil2an nih, infonya bisa dilihat diblog saya.
    Ditunggu partisipasnya ya.

    thanks
    JUN_P.M
    carameninggikanbadancepatalami.blogspot.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s