Ngepos via Hape

Sakit Sedikit, Lama-Lama Bisa Ke Rumah Sakit

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu kata-kata yang pernah saya jumpai di bungkusan beberapa obat-obatan. Kata itu pula yang menjadi slogan kampanye pola hidup sehat berbagai kalangan.

Memang benar sih. Lebih baik kita mencegah sedini mungkin, dari pada mengobati. Apalagi sekarang biaya berobat kian mahal, makanya untuk lebih murah yang kita harus mencegah sebelum penyakit tiba.

Meskipun sudah dicegah, jika sudah jalannya terkena penyakit ya bakal datang juga. Inilah yang disebut dengan penyakit dalam pandangan takdir. Sementara penyakit dari sudut pandang nasib, ya jenis penyakit yang bisa dicegah tadi. Misal, penyakit demam bedarah bisa dicegah dengan membersihkan jentik nyamuk dan sarang-sarang nyamuk. Kalaupun sudah dibersihkan masih saja terserang, yang jatuhnya itu penyakit yang sudah jadi takdir.

Bingungkan? Dari pada bingung mending kita coba mengingat penyakit apa saja yang pernah kita derita. Apakah itu penyakit gentik yang diturunkan dari genetika orang tua. Atau penyakit musimam yang datang saat musim pancaroba? Mungkin, ada yang belum pernah merasakan yang namanya sakit?

Lantas bagaimana kita menyikapi penyakit yang kita hadapi. Apakah pergi berobat ke dokter? Rumah sakit? Klinik? Atau Cuma beli obat ke toko obat? Apotik? Jangan-jangan malah beli obat ke toko sepatu? Kalau yang ini mah gak perlu dikasih obat, masukin rumah sakit jiwa aja… πŸ˜€

Biasanya orang sekarang kalau sakit pergi berobat ke rumah sakit. Kalau punya rezeki lebih ya datangnya ke rumah sakit swasta, minimal klinik lah. Pertama kali yang ditanya petugas rumah sakit bukan lagi penyakitnya, tapi pakai asuransi apa? Disinilah letak kalahnya dukun yang pamornya kian menurun karena gak terima berobat dengan claim asuransi atau bayar pakai kartu kredit.

Kalau saya pribadi sih, responnya simple aja. Tergantung skala sakitnya. Kalau sakitnya udah gak bisa ditahan ya terpaksa dibahwa ke ahlinya (maskud ahli disini bukan dukun lho, tapi dokter) Bila skala sakitnya masih dibawah batas wajar, ya cukup beli obat gopekan di warung. Namun, jika sakitnya masih bisa ditahan ya cukup diobati dengan tidur dan istirahat secukupnya.

Bagaimana respon sanak blogger bila terserang penyakit yang skala saktinya kecil?

Iklan

19 thoughts on “Sakit Sedikit, Lama-Lama Bisa Ke Rumah Sakit

  1. Pantesan dukun skg pada gulung tikar :D…

    eniwei, ray tertarik ama jenis penyakit karena takdir. Pernah ray denger dan sempet diskusi ama teman juga kalau penyakit takdir itu biasanya datang karena faktor genetika, taaapi sekali lagi (kata temen ray) takdir itu bisa dicegah dengan doa. Btw, kalau penyakitnya karena patah hati, itu karena takdir bukan siiih?? #eeeeh??? πŸ˜€

    Suka

  2. Kalo sakitnya emang ga serius sih diusahakan gak minum obat Jo. Pake makan buah-sayur ajah ditambah istirahat, sama ya?.
    Tapi kalo udah sakit yang serius mending ke dokter. Hehehe..

    Suka

  3. “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

    ” Kalo sakit Parah ya ke rumah sakit ”
    ” kalo sakitnya biasa – biasa perlu berobat juga , usahakan yang herbal dahulu”
    Seperti minum madu…dan lainya..

    Ke dukun juga boleh kayanya seperti dukun beranak misalnya…
    πŸ™‚

    Suka

  4. Kalau sakit yg gak parah-parah amat (semisal maksimalnya meriang), mendingan saya diem aja jangan sampai ada keluarga saya yg tahu, secara akhir-akhir ini ibu saya lagi sangat-sangat-saaaangat peduli dengan kesehatan… Tahu sendiri kan gimana reaksi orang-orang semacam itu??? wkwkwk… πŸ˜†

    Suka

  5. Kalo terserang penyakit yang biasabiasa saja, biasanya saya cuman balurin balsem di jidat, biar bisa merem, trus tidur deh. Pas bangun, tautau sudah sembuh. Alhamdulillah πŸ˜€

    Suka

  6. minum madu campur telor kalo panas. tapi penyakit langganan ku sih masuk angin, jadi minum jamu buat ngeluarin angin’y deh kalo mu sembuh.
    alhamdulilah belum pernah mampir ke tempat yg namanya rumah sakit bwt berobat, dan semoga sampai kapanpun gak akan perbah :mrgreen:

    Suka

  7. kalau aku minum vitamin aja klo cuma agak flu.. rasanya sayang banget dengan hati dan lambung kalau terus dicekoki sama obat-obatan πŸ™‚

    Suka

  8. klo aku emang gak tahu sih hrs gimana klo sakit. biasanya paling tidur melulu di kamar. apapun yg terjadi di luar sana aku biarin saja, kecuali kondisi udah memungkinkan untuk berjalan2. tidur berhari2 dan makan teratur cukup ampuh menyembuhkan penyakit tipes selama ini tanpa ke dokter. ke dokter juga capek, paling suru nginap, trus minum obat, setelah sembuh malah kebanyakan lebih lama stamina kembali normal.

    Suka

  9. Kalo skala sakitnya kecil, sebisa mungkin saya tidak minum obat. Lebih baik minum air putih yg banyak, trus istirahat yg cukup. Makan makanan sayuran hijau. Mengkonsumsi madu. Dan bila perlu makan telur setengah matang. Saya hampir tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan yg dijual bebas di pasaran.

    Hal yg saya sebutkan di atas itu dimonitor maksimal 3 hari, kalo tidak ada perubahan baru deh pergi ke dokter. Tapi kalo dalam 3 hari itu masih sakit, namun trend-nya membaik, maka saya anggap itu sedang berproses menuju sehat kembali, gak jadi ke dokter.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s