Penting Gak Yaa

Selamat kawan, mimpimu telah menjadi kenyataan

Jika tidak ada halangan, hari ini (14/09/2012) seorang sahabat terbang ke negeri seberang untuk menimba ilmu.Negeri yang tak pernah terbayang sama sekali untuk dijajaki.Negeri makmur yang dahulu dilanda konflik saudara.

Hai kawan, sewaktu kuliah dulu engkau mengaku bapakmu cuma pedagang sate kambing yang diselingi jualan sup buntut. Tak percaya aku bapakmu tukang sate.Tapi engkau meyakinkanku dengan sebuah kejutan yang tak terlupakan.  

Aku masih ingat, sewaktu bulan ramadhan engkau membawakan sebungkus sup buntut dan beberapa tusuk sete ke kosanku. Mulai tergambar dalam pikiran bahwa keluargamu bukan orang “gedongan”, layaknya teman kampus yang lain.Bungkusan sate dan sup itu berbicara bahwa engkau berasal dari keluarga sederhana.

Namun aku heran. Kenapa beraninya dikau bermimpi untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Meskipun waktu itu mimpimu cuma lanjut kuliah di negeri tetangga. Dekat memang, tapi lagi-lagi aku berpikir mustahil karena keterbatasan yang kau punya saat itu.

Terlebih lagi, kala itu skripsi yang kau buat ditolak oleh dosen penguji. Bisa dikatakan skripsimu adalah skripsi gagal yang mesti dibuat ulang.Sementara teman-teman lain lulus ujian skripsi, hanya kamu saja yang tidak lulus.

Di masa sulit seperti itu kamu tak pernah berhenti ngoceh soal kuliah ke luar negeri. Selain itu, terkadang ocehan tersebut diselipi dengan kisah asmara dirimu yang engkau ceritakan padaku.Padahal skripsimu masih dalam tahap perombakan total, tapi kamu tak bosan menceritakan mimpimu itu.

Pada akhirnya toga hitam bertali hijau itu melekat juga dikepalamu.Betapa sumringahnya senyumanmu. Senyum terakhir yang kulihat dengan mata kepalaku.

Lama tak terdengar, tiba-tiba kamu memberi kabar kepadaku bahwa hari ini kamu akan berangkat ke Jerman untuk melanjutkan kuliah S2 melalui jalur beasiswa. Kabar itu tak membuat aku terkejut seperti layaknya kamu membawa bungkusan sate dan sup buntut. Sebab aku yakin mimpimu itu bakal terwujud suatu hari kelak.

Selamat kawan, mimpimu telah terwujud menjadi kenyataan. Keterbatasan dan kegagalan yang menimpa tidak menjadi halangan dalam perjalananmu meraih mimpi.Salut dan semoga sukses selalu di negeri sana.

Salam @garammanis

Iklan

26 thoughts on “Selamat kawan, mimpimu telah menjadi kenyataan

  1. Benar2 mengajarkan kita untuk jangan menyepelekan kekuatan niat dan semangat, optimisme untuk meraih cita2..
    selamat buat temannya mas..

    Suka

  2. Orang-orang seperti ini lah yang patut kita jadikan sumber inspirasi kita …
    dan saya rasa … orang-orang muda hebat seperti kawan Ajo ini … ada banyak di Negeri kita ini …

    Selamat berjuang untuk kawannya Ajo …

    Salam saya

    Suka

  3. Subhanallah… Pasti jago bahasa Jerman ya…
    Hebatnya orang2 yang memiliki keinginan yang kuat, karena ia akan berusaha untuk mewujudkannya… 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s