Ngepos via Hape

Lika Liku Anak Kuli Panggul

Hidup memang tak pernah sesuai dengan harapan. Makanya sejak kematian ayahnya, Rian tidak terlalu banyak berharap. Sebab ayah adalah tulang punggung Rian untuk menggapai mimpi. Kini ia hidup bersama adiknya. Sementara ibu mereka sudah lama tiada sejak kelahiran adiknya.

Rian ingin ayah tidak lagi menjadi kuli panggul di pasar. Kalau tidak jadi kuli, mana bisa Rian dan adiknya makan. Untuk meringankan beban ayah, sejak  kecil Rian pergi membantu mengangkat barang sesuai dengan kesanggupannya.

Setelah remaja, badan Rian melebihi badan ayahnya yang berbadan kecil itu. Untung saja Rian sering mengikuti ayahnya sedari kecil, jika tidak mungkin ia tidak terbiasa mengangkat barang-barang yang sebegitu berat.

Sepeninggal ayah, rian melanjutkan profesi sebagai kuli panggul dan mewaris becak usang milik ayahnya. Dari profesi itulah dia bersama adiknya menyambung kehidupan.

Suatu hari juragan buah sedang bongkar muat barang di pasar. Rian adalah satu dari sekian banyak kuli panggul yang ikut serta. Hanyar Rian yang tampak mencolok karena ia yang paling muda. Setelah bongkar muat selesai, diajaklah oleh si juragan buah minum segelas buah jeruk di warung.

Mendengar semangat Rian untuk lanjut kuliah begitu menggelora membuat hati juragan buah terguguah. Berhubung si juragan tidak punya anak, maka ia mengangkat Rian dan adiknya sebagai anak angkat. Adiknya disekolahkan di sebuah SMA di kota kami. Sementara Rian disuruh ikut tes seleksi penerimaan mahasiswa baru. Dalam seleksi, rian lulus di universitas ternama negeri ini dengan jurusan favorit.

Meskipun juragan buah, tidak selamanya juragan mempunyai uang banyak. Rian yang lulus di universitas ternama harus menggelontorkan uang banyak. Sang jurgan tak sanggup membiayai kuliah di universitas itu. Si juragan hanya mampu menguliahkan rian di universitas yang ada di daerah dengan biaya yang relatif murah.

Rian harus menerima kenyataan untuk mengubur mimpinya kuliah di universitas ternama yang jadi rebutan banyak orang. Ia kini kuliah di universitas di daerah sembari membantu si juragan berdagang buah sepulang kuliah. Sebetulnya Rian berharap kuliah ditempat terbaik itu. Tapi sejak kepergian ayahnya, rian tidak terlalu peduli dengan harapan. Makanya ia selalu mensyukuri hidup yang dijalaninya tanpa terlalu banyak berharap.

Bagaimana dengan sanak blogger? Apakah sudah mensyukuri kehidupan yang sanak jalani saat ini?

 “Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando’s First Giveaway

Iklan

15 thoughts on “Lika Liku Anak Kuli Panggul

  1. Alhamdulillah saya juga selalu bersyukur, lahir dikeluarga kecil sederhana, punya orang tua yang baik, pekerjaan yang baik, dan berharap semoga besok mendapatkan istri yang baik juga, hehe

    Suka

  2. Semoga Rian mendapatkan yang terbaik dari skenario-nya yang indah ya Mas.. mudah2an kita semua termasuk golongan yang bersyukur 😦

    makasih banyak mas udah ikutan GA ini, salam kenal ya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s