Ngepos via Hape

Musim Kawin: Jangan Kawin di Bulan Cerai

Sebetulnya malas nulis soal ginian. Namun, ide yang hinggap cuma soal musim kawin gitu. Tak ada angin, tak ada hujan. Musim kawin datang tiba-tiba tanpa dapat diprediksi.

Entah kenapa, pasca lebaran baik itu idul adha maupun idul fitri kantor urusan agama (KUA) rame dikunjungi oleh calon manten. Bukan penganten untuk bunuh diri ya, tapi ini penganten sungguhan.

Mungkin pegawai KUA yang tau kapan musim kawin tiba. Seperti halnya pegawai Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang bisa memprediksi cuaca. Orang yang bukan pegawai kedua instansi seperti kita ini juga bisa kok mengetahui kapan musim kawin itu. Ya, dangan berpatokan seberapa banyak undangan pernikahan yang kita terima.

Entah kebetulan atau gimana. Pada masa-masa tertentu banyak yang menikah dalam waktu berbarengan. Misalnya menikah di tanggal yang unik seperti 11-11-2011 atau 12-12-2012 dan tanggal unik lainnya. Adu pula yang menikah di bulan-bulan tertentu semisal bulan-bulan pasca lebaran ini.

Bahkan sebagian masyarakat memiliki kepercayaan atau semacam budaya yang hanya boleh menikahkan putra dan putri mereka pada bulan-bulan baik. Jika mengawinkan anak-anaknya di bulan cerai maka pernikahan tidak akan langgeng. Saya sendiri juga tidak bisa menghitung kapan bulan cerai itu tiba. Dengarnya cuma ada bulan cerai, tapi bulan apa jatuhnya gak tau deh.

Perhitungan seperti ini mungkin tak ubahnya seperti zodiak yang meramal masalah kehidupan dan asmara dari bintang yang dipercaya oleh masyarakat modern.Β  Bintang ini gak cocok dengan bintang itu. Bintang itu karirnya seperti ini, keuangannya seperti itu dan banyak ini itu nya.

Begitu jugalah dalam penentuan hari pernikahan yang terkadang disisipi oleh semacam kepercayaan atau budaya terdahulu yang dikaitkan dengan kelanggengan pernikahan.

Bagi narablog sekalian, percayakah dengan hal-hal seperti itu? Dan bagaimana narablog dan keluarga menentukan hari pernikahan jika ada anggota keluarga yang akan menikah?

Iklan

31 thoughts on “Musim Kawin: Jangan Kawin di Bulan Cerai

  1. kalau kk saya yang sudah menikah, tanggal pernikahan sesuai kesepakatan kedua belah pihak, tidak bergantung zodiak atau tanggal keramat seperti itu πŸ™‚

    Suka

  2. Kunjungan balik dan salam perkenalan. Bila sesuatunya diyakini, maka dia akan menajdi suatu keyakinan yang terwujud. Walau itu merupakan mitos, namon bila kita mau melihat sebab musabab kenapa hal itu terjadi dan untuk apa itu diberlakukan mungkin ada pesan tersendiri untuk kita. Jadi jangan mudah mengatakan segala sesuatu itu jelek sebelum kita tahu apa yang terkandung didala pembelajaran tersebut sebenarnya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Suka

  3. sama di daerah saya,pak.. kalau mau nikah biasanya disesuaikan prambon hari lahirnya (kedua calon mempelai) baru deh disamakan tanggal baik untuk pernikahannya. Kata ketua adat d kampung saya, emang paling barokah kalau nikah pra dan pasca idul fitri,hehehehe..
    Yaa… walau itu semua rencana manusia, toh tuhan yg Maha Berkendak,hehehehe *sokwise* ;-D

    salam kenal, pak
    _raya_

    Suka

  4. kunjungan balik…nice blog uda ( dari padang kann )…..hehehe
    iya kalo mau menikah sih udah gak percaya sama itung2an zodiak atau hari baik bulan baik…tapi kemauan dari mantennya…kalo bisa sih yang gampang diinget, misalnya angka cantik…tanggal ultah, dll.

    Suka

  5. Wheeeh? beneran Jo ada bulan cerai? huwehehehe. saya sama istri dulu berkeyakinan kalo semua hari (insya Allah) baik, kan yang punya Allah. Hehehe. jadi nentuin tanggal nikah langsung aja berdua gitu, baru kita kasih tahu ke orang tua. Alhasil orang tua geleng-geleng kepala. Hehehe..

    Suka

      1. Semestinya gitu sih mas dani, tergantung kesepakatan.. cuma kan masih ada masyarakat yang percaya akan hal seperti diatas yang bisa menjerumuskan dalam perbuatan syirik seperti mas fachri lontarkan.. πŸ˜€

        Suka

  6. Wah, saya sendiri belum pernah melangsungkan pernikahan nih mas.
    Tapi kalo pendapat saya pribadi, kapan pun gak masalah. Malah kalo misal memperlama ya kasihan yang nunggu. Bukannya mempercepat lebih baik? Apalagi kalo udah ada deal antara kedua belah pihak. πŸ˜€

    Di saya, jawa masih kental dengan yang seperti ini nih mas. Moga2 pas nanti penentuan, gak seribet ini deh. πŸ˜€

    Suka

  7. Yups betul tuh .. bulan haji banyak yang menikah mungkin karena bulan Agung sehingga di daerah Sunda disebut juga Rayagung.. saya sulit untuk ngajak ketemuan temen yang kebetulan pegawai KUA .. bukan untuk nikah lagi lho .. he he
    Tapi itulah kenyataan yang ada ..
    Btw karena artikel ini jadi terbesit ingin membaca kenapa ada pemilihan hari dan bulan seperti itu.
    Oh ya saya sendiri dulu menentukan bulan pernikahan karena kemungkinan ketersediaan dana aja he he
    Trims πŸ™‚

    Suka

  8. keluarga saya sudah sangat lama meninggalkan hal-hal semacam ini. 18 tahun yang lalu, karena semua hari adalah sama baiknya. Hanya saja dulu kami ngambil hari Jum’at.

    Suka

  9. Baru tau nih ada bulan cerai…. kalo kami sih dulunya berpatokan pada dana yg tersedia aja, tentang hari, kami yakini bhw semua hari baik… πŸ™‚
    Makasih udh berkunjung ke my virtual corner ya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s