Gak Penting Yaa

Mengukur keinginan belanja sesuai kebutuhan

Nafsu bukan semata persoalan birahi. Belanja itu tak ubahnya bagian dari nafsu. Bahkan nafsu belanja bisa lebih berbahaya dari pada birahi yang bisa dibendung dengan ancaman dosa. Sementara, belanja mana ada ancaman dosa selama itu punya uang.

Ketika telah mengikuti nafsu belanja, apa saja bisa dibeli sepanjang uang tersedia. Setan tertawa sumringah menyaksikan umat manusia dengan mudah digoda melalui nafsu belanja yang ujung-ujungnya barakibat pada kemubaziran.

Untuk menghindari itu, saya memiliki cara sendiri untuk bisa mengatasi nafsu belanja ini.

Pertama, cara yang paling ampuh dan dijamin manjur sekali adalah saat tidak mempunyai uang. Saat-saat seperti ini nafsu tak berkutik dan setan mulai kahabisan akal menggoda nafsu belanja para pengikut kantong kering ini.

Kedua, mengidentifikasi kebutuhan sebelum berbelanja. Jika belum terlalu butuh ya gak usah dibeli dulu.

Ketiga, membuat list keinginan dengan mempertimbangkan kebutuhan.

Berikut list keinginan membeli sesuatu barang dengan mengkomparasikan dengan kebutuhan.

  1. Ingin beli laptop appel macbook. Daripada beli motor, saya lebih memilih beli laptop appel ini meskipun harganya hampir senilai dengan satu unit motor. Sayang benda satu ini belum sesuai dengan kebutuhan, sebab masih ada laptop yang cukup mampu menutupi kebutuhan saya.
  2. Pengen beli kamera DSLR. Ini termasuk barang mahal. Mahal dari ukuran kantong saya. Lagi-lagi benda ini belum susuai dengan kebutuhan karena dirumah ada kamera biasa yang bisa digunakan untuk belajar fotografi.
  3. Pengen punya rumah sendiri. Ya, tentunya harus beli dan sebelum beli harus rajin ngumpulin uang karena harga rumah tidaklah murah. Walau sangat dibutuhkan, keinginan satu ini sangat mudah dibendung dengan cara pertama mengatasi nafsu belanja seperti uraian diatas.
  4. Pengen punya domain http://www.gustiram.li, tapi udah punya lapak www.garammanis.com. Jadi domain gustiram.li belum terlalu dibutuhkan karena masih ada lahan kosong yang sekarang bagian dariΒ garammanis.com. Cuma keinginan untuk memiliki gustiram.li sangat besar sekali.
  5. Dan barang-barang lainnya yang belum hinggap dalam bilik nafsu belanja saya.

Semua list diatas tak satupun bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tapi keinginan untuk memilikinya sangat besar.

Bagimanakah cara para narablog membendung nafsu belanja??? Terutama nafsu belanja yang besar nilai keinginan daripada nilai kebutuhan!!!

Iklan

30 thoughts on “Mengukur keinginan belanja sesuai kebutuhan

  1. Belanja ya..? Untuk hal yang satu ini saya harus banyak banyak bersyukur, karena saya tidak terlalu sering dan suka belanja. Sesekali saja, itupun jika memang sudah benar-benar membutuhkan suatu barang.

    Cuma masalahnya, saya agak pilih-pilih masalah brand. Sebenarnya gak ada kaitan dengan prestise sih, hanya saja, saya sudah merasakan beda menggunakan barang-barang yang biasa dengan yang bermerk. Kualitasnya jauh berbeda. Nahh, kalau masalah ini yg sampai sekarang agak sulit di bendung. Tapi sejauh ini masih wajar sih, masih sesuai dengan kebutuhan. πŸ˜€

    Suka

  2. di sesuaikan dengan kebutuhan gan. mendesak atau tidaknya….
    seperti sekarang mau ganti pagar halaman rumah hehe , sangat mendesak karena alasan keamanan. padahal lumayan perlu dana yang besar juga untuk ukuran saya….

    Suka

  3. Salam Takzim
    sensor ukur dari keinginan belanja memang harus memiliki kepekaan jangan sampai kita terjebak dengan rayuan syetan dalam memilah keinginan belanja, saya setuju dengan pilihan gus Ramli agar membuat list dalam memilih sebuah keinginan bahkan pertimbangannya
    Dulu saya pernah mendapat hadiah isro-m.com sebagai hadiah dalam kejuaraan menulis tetapi karena saya tidak bisa menggunakannya jadi habis deh masa baktinya hehehe. salam kenal sahabat semoga pertemanan ini tetap terjaga
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  4. Bijaklah dalam berbelanja, belilah yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan sebab jika menuruti keinginan seringkali terbeli sesuatu yang sebenarnya tidak atau belum terlalu dibutuhkan, baik jenis maupun jumlahnya. Jangan mudah tergoda segala macam promosi, cermatilah tanda bintang kecil yang seringkali berada ‘secara tersembunyi’ di ujung kalimat promosi.

    Suka

  5. Alhamdulillah, saya tak terlalu berhasrat tuk membeli barang ini itu…
    Kalo kata teman sih, gak usah punya kartu kredit, sekalian kartu ATM gak usah dibawa pas ke mall πŸ˜€

    Suka

  6. hahaaa…betul banget…susah emang kalo mau ngebendung hasrat pengen belanja…
    kalo aku pribadi sih cara nghindarinnya ya ga usah bawa duit kalo pas lagi ke mall..hihihi….jadinya kalo mo beli pasti mikir2 lagi… :mrgreen:

    Suka

  7. kalo udah punya anak kayak saya, gampang meredamnya. pikirkan kebutuhan anak, dan nafsu belanja pribadi pun ilang. tapi dasarnya saya juga nggak punya banyak nafsu belanja sih, hehe

    Suka

  8. Jo …
    Cara saya ngerem belanja adalah dengan cara … Tidak bawa Uang banyak … Semua Kartu Plastik ditinggal di rumah …
    itu pasti ampuh banget … !
    heheh

    dan saya suka sekali kalimat Ajo yang satu ini …
    “… belanja mana ada ancaman dosa selama itu punya uang …”

    Belanja itu tidak dosa selama punya uang … tetapi akibatnya … kalau tidak di rem … bisa sengsara di Dunia … hehehe

    Salam saya Ajo

    Suka

  9. Salah satu cara biar belanja gak terlalu membabi buta waktu di toko adalah dengan makan dulu sebelum belanja. Kalo perut kenyang keinginan belanja gampang buat di rem.
    Nah kalo daftar keinginannya Ajo kayaknya Apel Macbook paling layak ditaroh urutan pertama untuk bisa dijadikan modal. πŸ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s