Gak Penting Yaa

Pemuja Malam

Dalam malam, aku coba untuk menimbang dan memilah pilihan. Namun, tak satupun aku temukan jawaban atas kebimbangan.

Coba tanya pada malam. Dapatkah sekiranya bintang menunjukan arah nan terang. Arah dimana rembulan bersembunyi dari keserakahan.

Pagi masih lama. Kagaduhan hati, keresahan jiwa dan kalutnya pikiran membuat malam terasa panjang. Untuk apa mentari bersinar di pagi hari, jikalau kita tidak pernah paham arti malam. Ingin rasanya mendekam dalam malam.

Wahai pemuja malam. Dalam remang berserak ribuan selangkang yang digerogoti nafsu binatang. Membredel batas moral dan agama yang kian lapuk ditiup angin.

Ingat pemuja malam. Tuhan tak pernah tidur. DIA terus mengintip jiwa-jiwa letih yang terlelap. Sadarlah pemuja malam, penderitaan itu bagaikan malam panjang yang seakan pagi tak pernah datang kembali.

Walau malam terasa lama, mentari akan tetap bersinar kembali. Bukankah dari setiap masalah itu sudah ada solusinya. Pernahkah kita berpikir bahwa seburuk apapun pilihan yang kita ambil merupakan hal terbaik yang pernah kita putuskan.

Jika aku diberi pilihan antar siang yang penuh dengan gemerlap atau malam yang penuh dengan kesunyian. Maka aku lebih memilih malam, sebab akulah “pemuja malam”

Iklan

22 thoughts on “Pemuja Malam

  1. Dalam bahasa arab kata malam (lail) berasal dari kata yang berarti “selimut”. Tentu saja karena sifat utama dari malam adalah MENYELIMUTI, membuat tersembunyi, menggoda hati yang terlena. Tapi kalau malam itu diisi dengan ibadah kepada Nya maka balasannya pun berlipat-lipat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s