Penting Gak Yaa

Masih adakah alasan untuk mengeluh

Dari kejauhan tampak seorang ibu bekerudung ungu. Ia duduk termenung menunggu pembeli yang kian susah untuk berhenti. Senyum si ibu masih mengembang meski jarang yang singgah membeli.

Di lapak masih banyak teronggok mentimun, kacang panjang dan terong yang bernilai tak lebih dari 50 ribu rupiah. Paling satu kantong asoi mentimun berharga seribu rupiah. Begitu juga seikat kacang panjang yang tak lebih dari seribu. Apalagi dengan terong yang harganya berkisar ribuan rupiah pula.

Coba bandingkan dengan kita yang mungkin berprofesi sebagai karyawan, pegawai atau pengusaha dll yang begitu mudah mendapatkan uang 50 ribu sehari. Bahkan mungkin pengeluaran kita lebih dari 50 ribu.

Memang tak sebanding dan tak layak diperbandingkan. Namun, pantaskah kita mengeluh dan selalu merasa tidak cukup terhadap apa yang kita peroleh. Saya yakin, orang yang korupsi itu dilandasi oleh rasa tidak cukup ini.

Bila kita belajar pada ibu berkerudung ungu ini. Kita akan merasa malu. Bahkan keluhan yang mengahampiri kita selama ini sungguh tak pantas. Ibarat balap mobil, kita kalah satu putaran dalam hal bersyukur.

Duduk termenung

Seburuk apapun kondisi yang kita hadapi, tak ada celah untuk mengeluh. Sudah terlalu banyak kita mendustai nikmat. Tak pernah sekalipun kita sadar. Janganlah lagi mengeluh karena kita tak pantas bekeluh kesah.

(Kita) #pesanuntuksayasendiri

Iklan

15 thoughts on “Masih adakah alasan untuk mengeluh

  1. Sebetulnya inti pesan yang terkandung dalam tulisan ini sudah banyak yang membahasnya …

    Namun entah mengapa …
    saya merasa … untaian kata-kata Ajo ini begitu mengalir sederhana …
    namun disitulah letak kekuatannya …

    Ini tulisan sederhana yang sangat menyentuh
    Saya menyematkan jempol virtual saya pada tulisan ini …

    Salam saya Ajo

    Suka

  2. Buat renungan kita bersama “pantaskah kita mengeluh dan selalu merasa tidak cukup terhadap apa yang kita peroleh ?”
    Kita harus mengakui bahwa kita kalah satu putaran dengan si ibu berkerudung ungu dalam hal beryukur…
    Terima kasih Ajo 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s