Gak Penting Yaa

Pilih Ketenangan atau Kebahagian?

Masih terngiang dalam ingatan khutbah jum’at minggu lalu (24/08/2012) di mesjid As Syifa yang berlokasi di rumah sakit M Djamil Padang. Garin mesjid kalimpasiangan karena khatib belum jua datang, sementara waktu jum’at sudah masuk.

Daripada molor, maka pengurus menawarkan kepada jemaah mesjid jika ada yang mampu bertindak sebagai khatib pengganti. Kalaupun tidak ada, maka pengurus mesjid mencari alternatif lain pengganti khatib yang berhalangan hadir. Tak lama berselang, maju seorang bapak separuh baya berkopiah putih. Tampil sebagai khatib pengganti, tentu tidak ada persiapan sama sekali. Sepertinya bapak ini sudah terbiasa tampil dipublik sebagai penceramah. Cara bertuturnya runtut dan pesan moral yang disampaikan sangat sederhana dan mengena dalam lubuk sanubari.

Secara pribadi saya tergugah dan termotivasi atas khotbah yang disampaikan. Diantara pesan dari khatib pengganti tersebut yang masih terbayang adalah pesan sebagai berikut.

Pertama, hidup manusia itu pada dasarnya penuh dengan keluh kesah. Tidak ada uang masih mengeluh, banyak uang masih juga resah. Gak kerja bikin stress, sudah kerja malah tambah stress. Oleh karena itu, bersyukur adalah kunci agar kita terlepas dari keluh kesah tersebut.

Kedua, manusia itu ibarat rumah kotor, manusia penuh dengan dosa. Sebelum kita mati bergelimang dosa, maka sepatutnya dalam kesempatan hidup ini kita perlu membersihkan diri dengan bertobat dan beribadah kepada Allah.

Ketiga, kita sering mementingkan kebahagian daripada ketenangan. Orang yang bahagia belum tentu merasa tenang. Sementara orang yang memiliki ketenangan akan merasakan kebahagian.

Sebetulnya masih banyak pesan lainnya yang disampaikan. Cuma hanya beberapa saja yang bisa saya rangkum karena keterbatasan ingatan.

Pesan ketiga itulah yang betul-betul menghujam kesadaran saya. Kebahagian yang selama ini saya cari ternyata sesuatu kesalahan. Bersebab karena saya mengenyampingkan ketenangan.

Kebahagian itu bersifat relatif dan sementara. Bisa saja kita bahagia hari ini, tapi belum tentu besok kita bahagia. Berbeda dengan ketenangan, jika kita mempunyai jiwa yang tenang maka akan selamanya kita bisa merasakan kebahagian itu.

Memperoleh ketenangan bukan perkara gampang, kita membutuhkan peranan Tuhan. Berkali-kali Tuhan menyebut jiwa-jiwa yang tenang dalam wahyuNYA. Ketenangan tidak berdiri sendiri seperti halnya kebahagian yang dapat kita ciptakan sendiri.

Salah satu kunci untuk mendapatkan ketenangan jiwa adalah menghindari dosa Syirik. Syirik merupakan dosa besar. Riya merupakan perbuatan terkecil dari syirik. Jika demikian riya adalah dosa besar.

Riya berawal dari hati dan niat. Jika niat yang ada beranjak menuju pikiran maka itu disebut dengan dengki. Takala pikiran tersebut terwujud dalam bentuk tindakan maka hal tersebut dinamakan dengan dendam.

Hal-hal demikianlah menyebabkan manusia itu memiliki sifat dasar yang kotor. Sebagai manusia yang berakal kita harus mampu membendung itu semua agar mampu memperoleh ketenangan hidup.

Mungkin ada cara lain dari sahabat bloger untuk memperoleh ketenangan hidup?

Iklan

20 thoughts on “Pilih Ketenangan atau Kebahagian?

  1. sebenarnya sederhana, ketenangan itu didapat ketika seseorang mensyukuri nikmat yg diberikan dan ikhlas. masalahnya adalah manusia sering melupakan itu. karena dg ikhlas & bersyukur dg apa yg ada akan menjadikan manusia memandang baik semua yg ada. akhirnya mampu menghindarkan dari hal negatif seperti yg sdh ajo sampaikan itu.

    kalo menurut saya, mengejar kebahagiaan itu tdk apa2 kok. itu menunjukkan manusia yg mau berusaha. asal jgn lupa syukur & ikhlas itu tadi. n jgn merugikan orang lain & diri sendiri.

    Suka

  2. Uda, terimakasih sudah merangkum khotbah Jum’atnya, dan ane merasa sangat terketuk dengan poin 3, hakikat kita sebagai makhluk yg memiliki nafsu memang kerap mengabaikan poin ke 3 tadi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s