Reportase

Peranan Keluarga dalam sistem rumah sakit

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Kalimat tersebut bukan sekedar susunan kata-kata bijak saja. Kalimat itu terbukti berlaku dalam dunia nyata, terutama di rumah sakit.

Takala berobat di rumah sakit, jangan harap dilayani jika tidak ada keluarga yang mendaftarkan ke meja administrasi dan membayar ke meja kasir.

Kalaupun ada, itupun bukan saudara tapi orang lain yang merasa iba dan menganggap sebagai keluarga. Tanpa keluarga petugas akan mengabaikan dan mengikuti prosedur mereka yang lebih berpihak kepada orang berada.

Hal itu bukan isapan jempol belaka. Coba tengok di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) setiap rumah sakit. Kalau gak daftar dahulu, ya gak bakal diberi pertolongan.

Malam ini (25/08/12) seorang laki-laki jompo tertatih-tatih di ruangan IGD rumah sakit terbesar di kota padang. Tanpa ada keluarga, ia ditangani seadanya. Menurut informasi, tadi siang ia didaftarkan oleh polisi dan dinas sosial.

Entah kemana, pegawai dinas sosial dan polisi tidak jelas rimbanya dan si jompo tinggal sebatang kara di rumah sakit. Di keningnya terdapat luka yang masih menganga. Dengan gemetaran ia berjalan mencari toilet sembari bertanya pada satpam.

Sebelum sampai di pintu toilet, ia terduduk lemas di lorong menuju toilet. Badannya tak sanggup lagi berdiri sendiri. Tampak ia melambaikan tangan ke orang banyak agar mendekat. Saat ada yang mendekat, ia menggoyangkan celananya ke bawah.

Sepertinya ia mau buang air besar. Tubuh tua itu tak kuat untuk mencapai toilet, sehingga kotorannya keluar di dalam celana. Sebelum buang hajat sudah tidak ada yang ngurus, apalagi setelah bergelimang kotoran.

Siapa yang lagi yang mengurus? Kalau bukan keluarga, setidaknya ada yang membantu, misal oleh orang yang masih mempunyai rasa kekeluargaan terhadap orang lain yang bukan saudara. Sayang orang tersebut sangat langka.

Tak ada yang tahu kemana keluarga laki-laki jompo itu. Bahkan satupun dari khalayak ramai tak pula mengenalnya. Kini nasib si jompo tergantung pada negara yang dalam hal ini diwakili oleh dinas sosial.

Sayang tidak ada jam lembur. Saat malam tiba, si jompo luntang lantung meratapi penderitaan. Kesakitan tidak lagi menjadi sosok yang menakutkan. Kesakitan telah menjadi keluarga dekat bagi kaum papa. Kini, tak jelas lagi bagaimana nasib kakek jompo tersebut.

@garammanis

Iklan

9 thoughts on “Peranan Keluarga dalam sistem rumah sakit

      1. iya.. ketika sy hampiri.. ibu-ibu dekat sana melarang, katanya si bapak minta dibukain celana… memang dari dekat berak nya sudah tercium hidung.. jd serba sulit juga, sementara harus balik lagi ke ruangan perawatan keponakan..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s