Ngepos via Hape

Berlebaran di Rumah Sakit

Gema takbir yang berkumandang di mesjid terdengar hingga rumah sakit. Suaranya terdengar sayup di ujung pintu rumah sakit. Pasien satu persatu masuk ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada malam takbiran. Kebanyakan mengalami kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan saat lebaran, terutama pada masa mudik ini memang meningkat drastis. Korban luka dan tewas kian bertambah. Persoalan ini bukan hanya jadi pekerjaan rumah pemerintah, tapi butuh kesadaran masyarakat dan kita semua untuk tetap waspada dan mengikuti aturan lalu lintas demi keselamatan.Tidak ada yang menginginkan terjadi musibah di malam lebaran. Apa daya, Tuhan maha kuasa. Memberikan cobaan dan ujian kepada umatNYA tanpa mengenal waktu dan tempat.

Berhubung suasana lebaran belum habis. Maka sudah sepatutnya catatan duka di malam lebaran ini digoreskan dalam sekelumit ingatan melalui blog ini.

Ba’da isa, seorang anak kecil yang notabene keponakanku menyebrang jalan setelah pulang membeli kembang api di warung. Tiba-tiba ditengah jalan datang motor menghantam dengan kecepatan tinggi. Sehingga terjadi benturan hebat di kepala dan otak kanan mengalami pendarahan. Di telinga kanannya mengalir darah segar dan disertai muntah beberapa kali. Hingga postingan ini di publish, ia masih dirawat di rumah sakit M Djamil Padang.

Tidak hanya keponakanku. Entah dimana kejadiannya, yang jelas malam sebelum lebaran itu begitu banyak korban kecelakaan di IGD M Djamil Padang. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit terbesar di sumbar dan menjadi rumah sakit rujukan kasus kecelakaan dari berbagai rumah sakit di sumbar.

Siapapun yang dirawat di rumah sakit saat itu tidak dapat merasakan lebaran, termasuk keluarga pasien.

Sesungguhnya bukan tidak bisa berlebaran yang aku kuatirkan malam itu. Aku kuatir anak kecil itu menyusul ayahnya yang terlebih dahulu berpulang ke sisiNYA beberapa tahun lampau. Di mobil ambulan aku cemas jikalau nyawanya tidak terselamatkan dari kecelakaan tersebut.

Sesekali perawat yang ikut serta dalam mobil ambulan mengecek denyut nadinya. Tetap saja aku masih kuatir. Untuk membuang ke kuatiran tersebut aku pegang pula nadinya. Namun, tak dapat ku rasakan denyutnya karena kala itu resah dan pikiranku kalut. Untuk lebih mudahnya aku perhatikan saja dada dan bagian perutnya. Ada gerakan dan nafasnya masih ada. Aku sedikit lega, meski kekuatiran itu masih ada.

Semoga lekas sembuh ya zikri..
@garammanis

Iklan

29 thoughts on “Berlebaran di Rumah Sakit

  1. Saya juga melewati lebaran di rumah sakit
    Bukan saya yang sakit, tapi Ibu Mertua
    Dan karena ada di ICU, maka sbentar2 ada pasien baru yg rata2 korban kecelakaan.
    Sampai saat ini masih ada pasien kecil kira2 usia 3 tahun yg terbaring dlm keadaan koma karena diserempet mobil yg mau balik Jakarta

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s