Gak Penting Yaa

Uang Haram Menjelang Lebaran

Secara ilmiah belum ada penelitian tentang korelasi tindakan kejahatan dengan lebaran. Mengaitkan kedua hal tersebut tergolong kontras. Ibarat menyatukan dua penjuru mata angin.

Dalam realitasnya ditemukan fakta bahwa diakhir ramadhan atau menjelang ramadhan banyak terjadi tindakan kriminal. Memang di hari-hari biasa tindakan kriminal sering juga terjadi. Namun, yang menarik untuk dikaji adalah tindakan kriminal yang marak terjadi menjelang lebaran.

Budaya masyarakat kita dalam menyambut idul fitri sangat berbeda dengan budaya masyarakat muslim dibelahan dunia lain. Bagi bangsa kita tradisi mudik adalah budaya yang telah mendarah daging. Mudik merupakan simbol kesejahteran para perantau.

Dengan mudik, masyarakat bisa berbagi nasib dengan sanak saudaranya di kampung. Orang di kampung juga beranggapan perantau yang mudik memiliki uang berlebih. Sehingga, perantau membelanjakan uangnya di kampung halaman.

Selain itu, ada pula tradisi beli baju baru menjelang lebaran untuk dipakai di hari yang fitri. Tradisi beli baju ini membuat pengeluaran menjelang lebaran semakin meningkat. Belum lagi untuk belanja kebutuhan pokok untuk disantap di hari lebaran.

Tuntutan pengeluaran yang banyak tersebut membuat saudara kita yang pendek akalnya berani melakukan pencurian dan perampokan.

Belakangan ini saya sering mendengar kabar bahwa telah banyak terjadi pencurian. Modus operasi biasanya dilakukan saat korban sedang melakukan shalat tarawih di mesjid. Rumah yang di tinggal kosong menjadi lahan empuk bagi pencuri untuk beraksi.

Secara tidak langsung “pesta pora” lebaran memberikan efek terhadap prilaku sebagian masyarakat untuk mencari cara instan mendapatkan uang untuk berlebaran dengan merampas hak orang lain.

Iklan

8 thoughts on “Uang Haram Menjelang Lebaran

  1. Kalau diperhatikan rasanya memang betul ya bahwa lebaran itu identik dengan belanja. Bisa kita lihat di sejumlah komplek pertokoan maupun pasar, pasti berjubel masyarakat untuk membeli berbagai keperluan.

    Suka

  2. Satu lagi Jo, kalau dikantor saya juga ada namanya ‘Parcel Ramadhan’, dan sudah diwanti2, ‘Parcel Ramadhan’ tidak diperkenankan untuk karyawan (tidak halal, ahaha..gimana tuh)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s