Ngepos via Hape

Jangan Takut Jadi Pengusaha

Selepas kuliah, bukannya berkeinginan untuk mencari pekerjaan tapi malah berkeinginan untuk beli laptop. Laptop yang diinginkan bukan pula laptop dengan spesifikasi standar berharga murah, melainkan pengen beli laptop yang berkualitas. Tentunya kualitas berbanding lurus dengan harga. Jika ingin berkualitas, maka harus mengaruk saku dalam-dalam karena barang yang berkualitas mempunyai harga yang mahal.

Karena keinginan beli laptop tersebutlah aku termotivasi untuk mencari pekerjaan. Dalam bekerja aku termasuk orang yang tidak milih-milih pekerjaan. Sebab aku termasuk orang yang menganut prinsip your jobs is not your career. Sesungguhnya, dalam berkarir aku ingin di dunia tulis menulis, tapi dalam pekerjaan aku siap bekerja apapun selama itu diperoleh dengan halal.

Kini, aku bekerja di perusahaan swasta sembari terus belajar menulis melalui dunia blog. Inilah yang disebut dengan your jobs is not your career. Meskipun bekerja di perusahaan swasta dengan gaji pas-pasan, aku masih bisa mengembangkan karir menulis walau hanya lewat blog. Pilihan karir yang tidak menguntungkan secara materi. Tapi aku tetap bersyukur walau dalam karir menulis belum mampu memberikan penghasilan, setidaknya pekerjaan yang aku jalani mampu menutupi semuanya.

Untuk itu, semakin menipis harapan ku untuk dapat memiliki laptop berkualitas dengan gaji yang pas-pas an itu. Makanya aku ingin resign saja dari perusahaan dan memilih untuk menjadi entrepreneur. Mungkin dengan menjadi wirausahawan aku bisa mewujudkan keinginan tersebut.

Kedaulatan seorang karyawan dengan seorang wirausahawan itu berbeda. Kita bisa membandingkan antara Indonesia dengan Singapura. Meskipun Singapura negara kecil namun perekonomiannya mampu mengalahkan Indonesia yang mempunyai wilayah luas. Itu karena Singapura memiliki entrepreneur yang banyak dibandingkan dengan entrepreneur di Indonesia. Makanya ada pameo, jika ingin kaya jangan jadi karyawan, jadilah pengusaha.

Hal itu semakin mendongkrak diriku untuk berani terjun sebagai pengusaha. Memilih menjadi seorang pengusaha bukan perkara mudah. Selain membutuhkan modal juga membutuhkan keberanian. Tidak ada pengusaha sukses yang tidak pernah jatuh dalam berbisnis. Manjadi pengusaha penuh dengan resiko. Jika tidak berani mengambil resiko atau takut rugi, maka jangan berharap untuk bisa memperolah untung yang sebesar-besarnya.

Oleh karena itu, keberanian untuk keluar dari zona nyaman sangat diperlukan.  Apalagi zona nyaman sebagai seorang karyawan di perusahaan yang menerima gaji setiap bulan. Bila menjadi seorang pengusaha belum tentu menerima gaji tiap bulan. Tapi sewaktu-waktu income yang didapat bisa melebih gaji yang diterima. Bila telah memperolah pendapatan yang melebihi kata cukup, maka keinginan untuk mempunyai laptop berkualitas seperti Sony VAIO E14P bisa terealisasi. Untuk itu, jangan pernah takut menjadi pengusaha.

NB: Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog SONY VAIO “Because It’s Me – Express Your VAIO Personality” oleh Sony Indonesia dan Femaledaily

Iklan

2 thoughts on “Jangan Takut Jadi Pengusaha

  1. pas bana jom kunn….mbo jg karyawan swasta tp pulang karajo buka usaho pulo..jalan2lah k tampek mbo jo kunn cuma lebih kurang 2,5 jm kok dg motor…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s