Ngepos via Hape

Kenapa harus di mesjid

Musibah datang tak bisa ditebak. Belum selesai satu musibah di tempat kerjaan, malah datang lagi musibah yang sepertinya sudah berulang kali terjadi. Musibah yang sering terjadi ini adalah kehilangan sendal di mesjid.

Kenapa harus mesjid yang menjadi tempat pelabuhan terakhir setiap sendal merk Eiger yang saya punya. Bahkan saya tidak bisa lagi menghitung berapa kali kehilangan sendal di mesjid karena terlalu seringnya.

Saya heran, tempat suci bagi umat muslim ini tidak bisa menjadi penangkal niat jahat yang ada di otak manusia. Sendal yang bukan hak mereka dengan enteng dicuri dengan seketika.

Kadang dalam konteks ini berlaku hukum sebab akibat. Berhubung ada sendal yang hilang, maka korban akan memakai sendal yang ada sehingga menimbulkan korban yang lain. Sehingga kehilangan sendal menjadi kasus yang berantai.

Sore tadi setelah ashar, tindakan mengambil sendal orang lain setelah kehilangan sendal tidak saya lakukan. Jika mengambil sendal orang lain maka sama saja kita ikut mencuri sendal. Jadi terpaksa saya berjalan tanpa sendal pulang dari mesjid. Untungnya warung yang jual sendal jepit tak jauh dari mesjid.

Semoga beliau yang mencuri sendal saya tadi sore diberi kemudahan dan cahaya di hatinya oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Iklan

17 thoughts on “Kenapa harus di mesjid

  1. hihihihi. .
    mungkin yang duluan keluar salah makai kali mas? πŸ™‚
    mereka yang mengambil sandal mas ajo pasti karena mereka tahu, kalau mas ajomampu beli lagi. πŸ˜†

    Ikhlaskan, dan beli lagi yang baru. . . πŸ˜›

    Suka

  2. Berangkat dari pengalaman kehilangan sandal, akhirnya saya menemukan cara yang alhamdulillah hingga kini saya tidak pernah kehilangan sandal lagi. Caranya begini, ssstttt…. ini rahasia ya, Ajo, biasanya saya meletakkan sandal yang kanan dan yang kiri dalam posisi yang berjauhan. Ini saya lakukan bila sandal saya atau sepatu bagus dan biasanya ketika saya singgah untuk shalat di masjid-masjid yang di situ banyak orang singgah karena perjalanan. Silakan dicoba, Ajo, semoga aman.

    Ohya, Ajo, saya sedang mengadakan giveaway betapa senangnya ngeblog. Silakan ikut ya. Info selengkapnya silakan dilihat di blog saya. Terima kasih.

    Suka

  3. Saya juga pernah punya kasus yang sama. Hmm.. keknya yg punya sendal eiger rajin ke masjid ya :mrgreen

    Amin *untuk doa di akhir tulisan.
    Eh, ada tambahan doa nih Ajo: “Semoga yang kehilangan sendal bisa mengikhlaskannya dengan sepenuh hati dan diberikan pengganti yang lebih baik” *tolongan diaminkan πŸ˜‰

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s