Ngepos via Hape

Negara yang Hanya Sibuk di Kala Bencana Tiba

Negeri ini tak kunjung henti ditimpa bencana. Negeri 1001 bencana memang pantas melekat pada Indonesia. Terakhir terjadi kecelakaan pesawat sukhoi di gunung salak, Bogor.  Lantas, entah kenapa bangsa ini hanya sibuk dikala bencana tiba. Kurang sigap dalam mencegah dan lalai disaat pasca bencana.

Memang musibah tidak dapat diterka sebab itu merupakan misteri Tuhan yang tak bisa diketahui kapan terjadi.

Bukan berarti Tuhan tidak menghendaki kita untuk mencegahnya. Misal, banjir bandang bisa dicegah jikalau tidak ada pengrusakan hutan. Kita saja sakit bisa dicegah dengan cara pola hidup sehat.

Banjir bandang yang terjadi pada bulan november 2011 di Pantai Pasir Putih Kambang, Kec.Lengayang, Kab. Pesisir Selatan, Sumbar merupakan bukti bahwa pemerintah hanya sigap disaat bencana terjadi dan tidak peduli setelah bencana. Sudah enam bulan pasca bencana, kondisi di lokasi banjir bandang masih seperti itu saja.

Senen malam (07/05/2012) hampir saja saya menjadi korban kecelakaan lalu lintas di lokasi banjir bandang tersebut. Karena lokasi banjir bandang tepat berada di jalan negara lintas barat sumatra, yakni jalan utama yang menghubungkan padang dengan bengkulu. Di lokasi tersebut sama sekali tidak ada rambu-rambu hati-hati untuk pengguna jalan. Pada malam hari jalanan sangat membahayakan karena tidak adanya rambu-rambu dan penerangan jalan yang memadai.

Jalanan yang rusak bisa menjadi ancaman serius begi pengendara mobil dan motor. Bila tidak hati-hati bisa terjun bebas di ujung jalan yang putus akibat banjir bandang.

Padahal bencana banjir bandang sudah enam bulan berselang. Boro-boro memperbaiki infrastruktur, untuk memasang rambu-rambu jalan saja pemerintah tidak pernah hingga hari ini. Pemerintah hanya sibuk saat bencana itu terjadi. Setelahanya, tidak ada lagi kepedulian. Terutama kepedulian kepada pengguna jalan lintas barat sumatra.

Untuk itu, saya berpesan kepada pengguna jalan yang melewati lintas barat sumatra antara bengkuliu via padang, dan sebaliknya agar waspada dan berhati-hati takala melewati jalan di kecamata Lengayang, terutama pada malam hari di dekat  lokasi banjir bandang.

Jika negara dalam hal ini pemerintah tidak peduli, mau dikata apalagi selain kita aja yang berhati-hati. Island with a palm tree()

Iklan

7 thoughts on “Negara yang Hanya Sibuk di Kala Bencana Tiba

  1. negara kita tu emang mo ngirit
    -nunggu yang jatuh artis dulu baru jalanannya diperbaiki
    -nunggu yang kecelakaan orang-orang penting dulu baru transportasinya dibenahi
    -nunggu kejadian luar biasa dulu baru pemerintah turun tangan

    Suka

  2. memang susah negara kita ini..apalagi pas kena bencana ada jg masyarakat yg melihat kejadian bencana yg anehnya bkan membantu evakuasi tp sekedar nonton yg akan membuat proses evakuasi berjalan lambat..dahulu pas kejadian gempa 2009 di Padang Pariaman,kami bwa bantuan kelokasi kejadian bknnya cepat sampai malahan ikut antrian dijalan krn ramainya org2 yg hnya sekedar melihat longsoran akibat gempa…

    Suka

  3. Wah aku makin suka ama posting2 mas Ajo…
    Emang benar kenapa sih kita selalu sibuk ketika menjelang atau pas kejadian?! Kenapa ga dipersiapkan dari awal…
    Jujur aku pun orang yg slalu mepet kalo berbuat apa2… Tapi ini urusan negara yg ditangani oleh banyak orang… masak semuanya pencitraannya selalu nongol pas kejadian…
    Agak ga masuk akal… Ayo Indonesia jadilah lebih baik…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s