Ngepos via Hape

Biarkan Suara Azan Berkumandang

Pengaturan suara azan bukan merupakan isu yang baru di negara yang mayoritas berpenduduk muslim. Beberapa tahun lalu saya pernah membaca artikel tentang regulasi penggunaan pengeras suara azan di Mesir. Tapi, hingga kini saya tidak tahu apakah kebijakan tentang pelarangan menggunakan pengeras suara tersebut berlaku atau tidak.

Belakangan kembali mencuat ide pengaturan suara azan yang diangkat oleh wakil presiden Budiono. Dewan mesjid diharapkan membahas ide tersebut. Dengan berpegang pada argumen toleransi diharapkan lahir sebuah keputasan agar suara azan tidak dibunyikan dengan keras.

Pertama kali mendengar kabar ini saya tidak terlalu kaget. Sebab saya pernah mendengar sebelumnya kabar ini dari Mesir. Bagaimana jika kebijakan itu diberlakukan di Indonesia?

Setelah bertahun-tahun pertanyaan tersebut menjadi hangat lagi dalam otak saya setelah diangkat oleh seorang wakil presiden. Namun, saat itu bukan suara azan yang jadi permasalahan dalam benak saya. Tapi suara selain azan, seperti suara mengaji yang diputar sebelum azan berkumandang. Di beberapa daerah mengaji yang diputar sebelum azan terdengar keras hingga ke pelosok kampung. Sampai saat ini masih terjadi di tempat saya berdomisili.

Sekarang lain hal, pernyataan Budiono yang diutarakan lewat muktamar dewan mesjid tersebut berbuah protes keras dari masyarakat. Usulan agar dewan mesjid mengatur penggunaan speaker atau pengeras suara di mesjid terkesan pada pelarangan mengumandakan azan menggunakan pengeras suara.

Jika yang dimaksud benar pelarangan menggunakan pengeras suara saat azan. Maka saya adalah orang pertama yang menolak kebijakan tersebut. Tapi jika pengaturan tentang pengeras suara ini berkaitan diluar azan, seperti mengaji dan lainnya maka saya akan mendukung kebijakan itu.

Iklan

15 thoughts on “Biarkan Suara Azan Berkumandang

  1. Wapres ngomong salah ditempat dan waktu yang salah,,,jadi kesannya frontal banget,,,hehehe
    padahal budiono tu terkenal ngomongnya hati2 banget. tapi entah kenapa kali ini seolah keceplosan

    Suka

    1. Saya sepakat mas, setau saya beliau itu ngomongnya sangat hati-hati…
      Saya belum liat secara langsung kutipan video waktu pak wapres ngomong soal gt.
      Atau bisa jadi media membesar2kan berita dengan hanya mengambil sepenggal kalimat dari keseluruhan yang menjadikan pesan pak wapres ini jadi berbeda.
      Selama masih simpang siur, jangan dijadikan bahan untuk memecah belah atau emosi dulu. kebenarannya harus ditelusuri lebih jauh lagi.

      Suka

  2. sepakat mas,,
    heran juga ketika mendengar berita ini untuk pertamakalinya,
    jika demikian berarti tak kan ada suara adzan lagi di bumi ini

    mengenai mengaji sebelum adzan, itu saya sepakat jika tanpa pengeras suara
    karena memang cukup mengganggu

    Suka

  3. supakaik jo kun….keganjilan masyarakat skrng ini pas sebelum adzan berkumandang menyetel kaset rekaman mengaji..knp g jamaah yg ngaji? klu suara jamaah yg mengaji keras2 pun g masalah…..tp dkampung2 pengeras suara diMasjid berfungsi ganda.salah satunya tempat memberitahukan informasi penting kpd masyrakat sekitar…jd klupun dibuat aturannya harap ditinjau ulang….

    Suka

      1. so pasti jo kunn…klu ndak pakai pengeras suara.bararti bukan pemberitahuan namonyo….heheheheheheh

        Suka

    1. awalnya saya penasaran,,, video apakah ini… sebab saya jarang buka twitter jadi gak terlalu ngikutin perkembangannya. Setelah di putar, saya cukup kaget melihat video ini dan saya gak sanggup melihat video ini sampai habis.. Entah kenapa bisa begitu banyak speaker disana dan entah kenapa mereka bisa beribadah di tenda darurat seperti itu. Bagaimanapun, tindakan menggunakan pengeras suara seperti itu sangat disengaja untuk mengganggu umat lain beribadah. Tindakan seperti itu merupakan tindakan yang memalukan dan kurang pantas. Saya juga gak paham, apa motivasi memutar musik keras-keras seperti itu. Bukankah islam melarang umatnya untuk berlebih-lebihan seperti mubazir, serakah dan berfoya-foya. Tindakan seperti itu bisa dikatakan sebagai tindakan yang berlebih-lebihan. Bukankah ada jalur musyawarah untuk memecakan permasalahan yang ada.

      Suka

  4. hmmm…. sebetulnya azan itu memang sebaiknya menggunakan pengeras suara, bukankah tujuan azan itu untuk memberitahu orang waktunya salat? kalau tak terdengar, apa gunanya azan?
    soal yang ngaji pake pengeras suara, saya TIDAK SETUJU. di kampung saya setiap malam minggu selalu saja terdengar suara pengajian yang menggunakan pengeras suara bervolume maksimum (Tujuannya apa coba!?)… masih ‘agak’ dimaklumi jika kejadiannya siang atau sore hari. tapi suara tersebut selalu baru berakhir pukul satu pagi…. apa Tuhan akan memuji orang yang mengaggung2kanNya dengan cara zalim terhadap hak orang lain (yang membutuhkan istirahat)?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s