Ngepos via Hape

Sisi Lain Dari Bandara Internasional Minangkabau

http://garammanis.tumblr.com/

Ada beberapa hal yang pengen saya tulis semenjak dua hari yang lalu terkait dengan realitas yang saya jumpai. Semuanya bermula saat pergi ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kala itu, saya sedang menjemput ande (saudara perempuan dari ayah) yang tiba dari Jakarta. Diantara hal tersebut adalah;

Pertama, mengkritisi kondisi jalan menuju BIM. Sudah hampir bertahun-tahun bandara kebanggaan masyarakat minang ini berdiri di kabupaten Padang Pariaman, namun akses jalan dari pariaman ke BIM jauh dari kata layak. Padahal, dengan memperbaiki jalan tersebut, maka warga yang berada di sebelah utara Sumbar seperti pariaman dan pasaman akan lebih efisien melewati jalan tersebut. Dengan efisiensi itu otomatis akan menghemat penggunaan BBM yang saat ini masih berkutat pada masalah subsidi. Disamping itu, jika jalan alternatif ini diperbaiki maka akan menggerakan roda perekonomian warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai antara pariaman ke BIM.

Kedua, pengelolaan bandara yang semerawut ditambah dengan keberadaan calo yang banyak tersebar di pintu keluar. Keberadaan calo menjadi momok yang menakutkan bagi mereka yang datang ke ranah minang. Bahkan tak sedikit yang berebut penumpang diantara sopir taksi, agen mobil travel dan tukang ojek. Ya… namanya saja mencari rezeki sesama pelaku jasa transportasi bandara. Tapi, jika tidak ada regulasi yang tegas dari pengelola bandara, maka persaingan antar sesama pelaku jasa tersebut akan tidak sehat dan merugikan pengunjung bandara.

Ketiga, bandara yang berkategori internasional ini masih saja berkeliaran anak jalanan yang cendrung melakukan aksi mengemis di bandara. Saat itu, saya menjumpai tiga orang anak kecil yang coba beralih profesi menjadi porter ilegal. Tiba-tiba mereka membantu mengangkat koper para pendatang ke atas mobil-mobil pribadi. Kemudian mereka berharap dapat sedikit uang dari para dermawan atas bantuannya itu.

Keempat, kondisi toilet yang masih jauh dari standar internasional. Di beberapa titik masih ada kran air yang mati dan tidak berfungsi. Malah pada suatu kesempatan saya menemukan lantai toilet yang becek. Mungkin saat itu saya kurang beruntung yang menemukan kondisi toilet yang kurang bersih saat memasukinya.

comot dari : http://imoe.wordpress.com/

Bagaimanapun kondisi Bandara Internasional Minangkabau jauh lebih baik bila dibandingakan terdahulunya bandara Tabing. Jika kita membandingkan dengan bandara sebelumnya, maka keberadaan BIM cukup besar dan bersih bila dibandingkan dengan bandara Tabing. Bandara yang menjadi pintu masuk ke ranah minang ini cukup bermanfaat bagi masyarakat sumatra barat pada umumnya. Namun, kemanfaatan bandara ini bagi masyarakat pariaman masih perlu dipertanyakan. Sebab letak bandara yang berada di wilayah administratif padang pariaman iniΒ  belum memberikan efek yang signifikan bagi pembangunan di padang pariaman. Buktinya saja jalan dari pariaman menuju BIM tak kunjung diperbaiki oleh pemerintahan daerah seperti yang dikeluhkan pada bagian diatas.

Iklan

38 thoughts on “Sisi Lain Dari Bandara Internasional Minangkabau

  1. jadi inget sekali waktu pas ke Sumbar waktu KKN di Pariaman…. kepengen rasanya kembali memutar waktu…. πŸ™‚ πŸ™‚

    Suka

      1. tepat setaun lewat Mas KKN di Pariaman, waktu itu ikut program KKN Nasional Dikti, domisili kampus saya di Banten πŸ™‚

        Suka

  2. terlepas dari beberapa kekurangan, BIM buat aku tetap salah satu airport terbaik di Sumatera saat ini… mudah-mudahan tidak lekas puas dengan kalimat salah satu, kalau bisa harus jadi yang terbaik. terus berbenah…

    Suka

  3. ka baale jo kuniang…alah pasaran biaso….tp kn jln dr kp.kaliang smpai pantai tiram alah lumayan,dr tiram smpai katapiang ?????wow lumayan bg org yg blm blajar goyang sana goyang sini serong sana serong sini……….
    Bg yg blm lwt sana jk lapar,Pantai Tiram menyediakan menu masakan khas Ulakan…..coba aj!!!!!!!!!

    Suka

      1. bos apo jo kuniang???bos kagadang gadangan?????hkhkhkkhkhkhk ….aman jo kuniang….bilo mbo pulkam mbo contac……

        Suka

  4. Onde Jo, harus protes kareh tuh ka pengelola BIM,
    kito lah bara taun yang lalu ka BIM, calonyo yang ndak nahan, lah sarupo termibak bis se BIM ko rasonyo.

    Suka

  5. Wah aku malah baru tau ada bandara internasional lain selain soekarno hatta dan ngurah rai bali…
    Tapi memang bandara internsional di Indonesia masih perlu banyak dibenahi. Bahkan soekarno saja kadang2 fasilitasnya kurang memuaskan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s