Ngepos via Hape

Kartu Pos Dari Jepang

Berhubung malam itu saya sedikit enggan untuk pulang ke rumah, maka saya putuskan untuk tidur di mess. Barulah esok pagi pulang ke rumah. Sesampai di rumah saya menemukan secarik kartu pos yang terbujur kaku dalam lemari. Kartu pos tersebut bertuliskan beberapa kalimat dengan huruf kanji bercampur huruf latin yang berasal dari Jepang. Terakhir kali saya menulis dengan bahasa jepang terjadi sepuluh tahun silam, kala itu masih duduk di bangku sekolah menengah. Sekarang tidak pernah lagi, boro-boro nulis, membacanya saja udah kagak bisa.

Begitulah nasib jikalau pelajaran atau ilmu tidak di ulang-ulang. Orang minang berprinsip lanca kaji dek di ulang (supaya ilmu itu hafal maka harus terus diulang). Sayang sebagai orang minang, saya tidak selalu memegang prinsip hidup ini, karena itu saya tidak pernah paham bahasa jepang. Tapi, saya mempunyai prinsip bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang merupakan anugerah dari Tuhan yang tidak boleh kita sia-siakan. Pandangan saya tentang perbedaan memiliki kemiripan dengan sosok sahabat bloger dari jepang yang mengirimi saya kartu pos tersebut.

Ia adalah seorang bloger bernama Ivan Prakasa yang berbagai cerita untuk belajar lebih baik di www.ivanprakasa.com. Melalui program dear friend mas Ivan menyamperi rumah saya lewat kartu pos cantik dari Jepang.Β Ivan sangat benci dengan yang namanya perbedaan yang mengakibatkan seseorang sampai dikucilkan atau dimusuhi. Sahabat bloger yang satu ini menghargai betapa indahnya perbedaan itu. Sama seperti saya yang selalu menjunjung tinggi perbedaan. Perbedaan bukan alasan bagi kita untuk bercerai berai.

Setelah mengetahui kartu pos dalam lemari itu kiriman dari mas Ivan, maka saya membawa kartu pos tersebut ke kantor. Karena di kantor ada alat scener lebih baik saya scane di kantor saja. Scane tersebut buat review disini yang ada penampakannya di bawah ini.

Scane Kartu Pos Dari Jepang
Scane Kartu Pos Dari Jepang

Dua hari setelah saya scane, terjadi musibah yang membuat saya kaget. Ternyata prangkonya udah raib dari tempatnya. Kartu pos masih ada, tapi prangko telah hilang. Entah siapa yang mencopot prangkonya, padahal kartu pos tersebut sudah saya simpan di laci. Karena ulah si tangan jahil,Β  prangko yang semestinya berada pada tempatnya sirna entah kemana. Semoga suatu saat, jika mas Ivan berkunjung ke Sumatera Barat saya dapat membayar kelalai saya ini dengan mengajaknya jalan-jalan mengitari panorama indah ranah minang.

Setelah kehilangan prangko

Iklan

30 thoughts on “Kartu Pos Dari Jepang

  1. iya nih, perangko dari luar negeri selalu jadi sasaran permintaan teman-teman. Untung saya bilang bahwa ini kiriman dari sahabat saya di Jepang, jadi kartu pos dan perangkonya adalah benda berharga buat saya…

    Suka

  2. Oalah… kok bisa ilang to?! 😦
    yg ngambil klepto banget itu…
    kalau ditaruh diatas meja masih masuk akal… Nah ini dilaci meja orangnya bener2 parah n niat mencuri… bahaya banget 😦
    diusut ke bos kantormu mas hehehe πŸ˜€

    Suka

  3. hapa jalan dek acok dilalui,
    ntar temannya mampir ke SumBar jangan sampai lupa jalan-jalannya ya Jo πŸ™‚
    senangnya mempunyai sahabat, majemuk itu penuh warna.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s