Gak Penting Yaa

Heboh Akun Jaringan Ateis Minang di Facebook

Sudah lama gak buka FB, ternyata dikejutkan dengan postingan tentang grup Jaringan Ateis Minang di facebook. Grup ini sepertinya sudah lama beredar di dunia maya, cuma saya aja yang telat mendapat informasi. Tahu blog ini setelah membaca berita online bahwasanya seorang keturunan yang mengaku ateis.

Ia bernama Alexander Aan, seorang PNS yang saat ini tengah menjalani persidangan di pengadilan muaro, Sijunjung, Sumatra Barat. Kabar terakhir Aan sudah kembali masuk Islam. Walau demikian, tak serta merta menghentikan proses hukum yang sedang dijalaninya. Ia dijerat dengan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Ateis dan penodaan agama karena memposting tulisan dan gambar berbau SARA di group Jaringan Ateis Minang.

Berbekal rasa penasaran, saya meluncur ke group Jaringan Ateis Minang yang lebih kurang memiliki anggota 1.605 sampai saya memposting tulisan ini. Jumlah anggota yang sekian banyak itu tidak otomatis semua anggotanya penganut ateis. Bisa saja, karena ketidaktahuan langsung setuju dengan undangan untuk bergabung di group tersebut. Diantara sekian banyak postingan yang saya temukan dalam rentang waktu 12 jam kebelakang, banyak yang tidak setuju, mencaci maki bahkan ada yang memprovokasi dengan membawa-bawa agama tertentu.

Dalam group  Jaringan Ateis Minang tertera keterangan bahwasanya group ini merupakan “Grup orang Minangkabau (Sumatera Barat) yang tak mempercayai tuhan, sorga dan neraka, setan, malaikat, hantu blau, maupun mitos-mitos apapun juga.” Hal ini menjadi pertanyaan, apakah memang ada orang minangkabau yang tidak percaya Tuhan. Tidak percaya dengan hantu blau mungkin banyak tapi tidak percaya Tuhan tidak ada dalam kamus orang minang zaman sekarang. Sebab dalam masayarakat minang, orang ateis bukan lagi dianggap sebagai orang minang walau ia terlahir di ranah minang. Kritik berikutnya adalah keterangan dalam informasi group ini yang menuliskan bahwa orang minangkabu adalah orang sumatra barat. Padahal orang minangkabau itu bukan orang sumatra barat saja, melainkan terseber di beberapa provinsi seperti Riau dan Jambi yang merupakan rumpun melayu.

Meski Alexander Aan dikandangkan di oleh polisi, group ini masih tetap eksis. Entah siapa adminnya, yang jelas akun ateis yang mengatasnamakan minang banyak tersebar di facebook. Setidaknya ada Ateis Minang, Ateis Minangkabau Padang, Ateis Minang Maimbau, Ateis Minangkabau, bahkan ada pula Ikatan Mahasiswa Ateis Minangkabau (IMAM). Sebagai orang minang, hanya satu yang bisa terucap dari saya yakni sabana gilo (sungguh gila)

Sayangnya pemikiran dan paham ateis yang diusung mengatasnamakan suku tertentu, khususnya suku minangkabau yang notabene merupakan suku yang mayoritas menganut Islam. Terserah deh percaya atau tidak sama tuhan, tapi jangan bawa-bawa nama suku apapun. Seorang ateis mempunyai hak kok untuk hidup dan memegang keyakinannya bahwa tuhan itu tidak ada. Tapi perlu dicatat, secara ideologis negara ini tidak memberi ruang terhadap para ateis sehingga kemudian social media menjadi ladang empuk untuk mengekspresikan ketidakpercayaanya pada tuhan.

Iklan

24 thoughts on “Heboh Akun Jaringan Ateis Minang di Facebook

  1. saya juga baca berita ini ajo, tapi saya ngga nengok ke akun FBnya
    setiap orang punya pilihan masingmasing sih ya atas apa yg dia yakini, cuma memang seharusnya jangan bawabawa nama suku tertentu, bisa membuat timbulnya perpecahan ke suku tersebut
    mengerikan >,<

    Suka

  2. wah… ternyata ada konflik kek gini ya?
    baru aku tau.
    mungkin kepercayaan mereka kali ya.
    tapi, kasian juga membawa-bawa suku gito. padahal yang melakukan hanya satu orang saja atau berapa orang saja.
    semoga mendapatkan penyelesaian.

    Suka

  3. Wah, sayangnya ini dilekatkan sama Minang yaaa … padahal Minang kan lekat sekali keislamannya. Sekarang memang banyak grup kayak gitu ajo.Yang melekatkan diri dengan Sunda juga ada, baik atheis, agnostik, atau kepercayaan tradisional. Sebetulnya, bagi saya lakum dinukum wa liyadin. Tapi, yang bikin emosi itu kalau sudah menodai agama tertentu …

    Suka

  4. Ah, Para Atheis..

    harusnya kasihan pada mereka, mau dibawa kemana hidup mereka.?

    walaupun negara kita menganut Ham demokrasi laknatullah, tidak serta merta negara membiarkan paham seperti berkembang dinegara mayoritas muslim.

    Suka

  5. Astaghfirullahaladzim!
    Sebagai orang minang, dada langsung tertohok membacanya!

    Kalau memang atheis ya silahkan, tapi jangan bawa-bawa suku, SARA banget itu namanya!

    >_<

    Suka

  6. atheis minang??? klu yg iko yo baru mbo tw..tp tuk permutadan generasi minang lah lamo mbo danga.po lai wkt kajadian gampo th 2009 kpatang,bnyak yg mbo danga relawan2 tu yg mambaok misi tuk permutadan generasi…(relawan dr luar).urg tu pado umumnyo menanamkan ideologi bru sasudh tu nyo tanaman ajaran2 yg bertentangan dg Al-Qur’an n Sunnah Rasul…

    Suka

  7. Ateis asyik2 saja.. tapi jadilah ateis yang baek dengan tidak menyinggung hal yang berbau sara.. nikmati aja sendiri…. kebodohan Alexander Aan adalah membawa-bawa suku dan agama dalam setiap komen-nya di facebook sehingga membuat orang membencinya.

    Coba kalau ia hanya berkata dalam hati “AKU ADALAH ATEIS DAN TIDAK PERCAYA KEPADA TUHAN” maka tidak satupun orang tahu kalau dia memang tidak percaya tuhan.. Masyarakat hanya menilai Aan orang yang tidak taat beragama karena tidak pernah terlihat beribadah ke mesjid, atau ke gereja atau ke vihara, atau ke sinagong atau ketempat lain yg berkaitan dengan agama si Aan tadi…

    Kalau mau buka mata lebar2, (Mungkin) setengah warga negara indonesia (atau 3/4) adalah ateis. Walau pada KTP masing-masing tertulis agama yg dianutnya… tetapi dalam sikap dan pandangan sehari-hari tetap saja mereka menentang dan menjauh dari ajaran agama yg meraka anut… mereka menanggap (seolah-olah) Tuhan sudah hilang dari hati mereka….

    Sara saya buat Aan : Jika ingin mengeksploitas diri, cukup bikin akun fb ALEXANDER AAN ATEIS saja. Jangan sangkut pautkan dengan suku minang, karena tidak semua orang minang itu ateis

    Suka

    1. ATEIS ATW TIDAK……TOLONG JANGAN BAWA2 NAMA SUKU….DAN JANGAN PENGARUHI ORANG LAIN…..SAYA PRIBADI MENENTANG KERAS ….!

      Suka

  8. ambo pernah juo di masuakkan sm kawan ambo ka gruo atheis tapi ambo tolak mentah2 ambo masih ado agamo walaupun tingga dirantau urang, memang urang2 yg manamokan dirinyo atheis indak ado utak apalgi yg melakukan pemurtadan kpd generasi mudo minang, makonyo kpd dunsanak2 nan ado di kampunag maupun dirantau tolong jago aqidah jaan ajo iming2 sagalo macam, bia lah kito lapa, miskin tp tetap dalam lindungan agama islam, usir sajo lsm2 maupun urg2 yg akan mempengaruhi generasi mudo minanng dan kpd ibu2/bpk2 tlg jago aqidah anak2 kito supayo indak terjerumus ke lembah nan hina seprti murtad (kalua dari agamo islam dan atheis

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s