Ngepos via Hape

Menyesali Pilihan

Hidup tak bisa lepas dari pilihan. Tidak mudah memang memutuskan sebuah pilihan. Tanpa memilih, mungkin kita tidak akan pernah bisa melangkah ke depan.

Kita terlahir sebagai manusia peragu yang dianugerahi keyakinan. Yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa itu,Β  mungkin kita akan tersesat dalam ketidakpastian. Beribu-ribu tahun manusia berjerih payang mencari Tuhan. Bahkan ada yang meragukan keberadaan Tuhan. Entah sampai kapan?

Dalam sebuah keragauan, ikuti kata hati. Dengan bersitkharah serta berharap Tuhan menunjukan satu pilihan yang tepat. Pilihan yang menjadi jalan hidup. Ketika logika tak mampu lagi menjawab, maka kata hati yang memutuskan satu diantara pilihan itu.

Satu hal yang membuat kita kembali ke masa lalu hanyalah kenangan yang suatu saat menggoreskan luka rindu dalam ingatan. Hidup tidak berjalan mundur ke belakang, tapi harus melangkah maju ke depan. Sesungguhnya impian yang membuat kita menapaki langkah maju menggapai cita masa depan.

Apa yang terjadi hari ini merupakan pilihan kita pada masa lalu. Karena itu, tak ada lagi ruang sesal. Ruang dimana kita tidak menerima kenyataan yang telah dilewati. Sesal yang berlebihan akan membuat kita kehilangan motivasi hidup.

Bagaimana sikap setelah mengambil sebuah pilihan. Tentu segala resiko dan konsekuensi yang terkandung pada keputusan itu mutlak diterima . Dengan memahami resiko tersebut, akan menghilangkan rasa sesal di kemudian hari. Untuk apa menyesali lagi, toh waktu tidak bisa diputar mundur kebelakang.

So.. Pernahkah rekan dan sodara-sodara sekalian menyesali sebuah pilihan yang telah diambil.???

Iklan

40 thoughts on “Menyesali Pilihan

  1. Satu pepatah yang selalu aku ingat soal pilihan, “Apa yang menjadi pilihan kita sekarang merupakan takdir kita di masa depan”
    jadi aku pikir takkan ada gunanya menyesali pilihan yang sudah diambil…
    jangan menyesali mandi pagi, anggap aja sore jadi gak usah mandi… #OOT

    Suka

  2. menyesali sebuah keputusan itu pasti sering terjadi.. Namanya manusia kadang khilaf melangkah… Tapi yang penting penyesalan itu jangan menjadikan kita berhenti melangkah…

    Suka

  3. menyesalpun ga akan menghasilkan apa2, lagipula berbuat salah itu biasa dalam hidup. sama halnya dalam mengambil keputusan. tapi kalo keseringan salah sama halnya ga belajar dari pengalaman.
    yang penting cepat beradaptasi dengan pilihan apapun yang diambil.
    pilih dan jangan sesali, kalo salah cepet diperbaiki.

    Suka

  4. Menyesal memang tiada guna, ya, Ajo …
    Menyesal pasti pernah … tapi, saya selalu berusaha menyugesti diri sendiri untuk membuang sesal dan menatap masa depan lebih optimistis πŸ˜€

    Suka

  5. Mungkin bukan hal yg luarbiasa ketika kita harus memilih antara yg ini atau yang itu,, tapi, hal yang paling berat menurut saya adl ketika kita harus memilih sementara hidup tidak pernah menyuguhkan pilihan kepada kita…. tidak ada ini, tidak itu,, tidak ada A dan tidak ada B… (hhee.. jadi ngawur yahh ??… πŸ˜€ πŸ˜€ )

    salam kenal aja deh gan…. πŸ˜€

    Suka

  6. Alhamdulillah sampai sekarang gak pernah menyesali yang terlalu parah mas.. pernah seh ‘keseleo’ dikit menyesal, tapi dibawa tidur juga udah hilang πŸ˜€

    Suka

  7. pernah untuk beberapa case, dan itu biasanya aku jadiin semacam pembelajaran biar gak mengulangi kesalahan yang sama.
    jadi ada beberapa pilihan hidupku yang memang aku sesali, dan aku gunakan perasaan sesal itu sebagai pembelajaran πŸ™‚

    Suka

  8. kadang saya sering bingung memutuskan lebih baik melakukan hal A atau tidak? resikolah yang membuat saya terkadang bingung membuat keputusan. tapi menurut saya lebih baik nekat melakukan hal A tersebut kemudian menyesal daripada tidak melakukan sama sekali dan tetap menyesal. paling tidak ada usaha untuk tahu hasil dari melakukan hal tersebut, entah baik atau buruk hasilnya

    Suka

  9. Hidup ada pilihan ke?

    sekiranya pilihan sudah dibuat dan pilihan itu tak menepati mungkin ada sedikit kekesalan namun ia akan aku jadikan pengajaran untuk lebih berhati-hati dalam membuat keputusan di lain masa…

    Suka

  10. pernah, pernah menyesal.. tapi dengan seiringnya berjalan waktu, dengan banyak tahu pelajaran yang sudah kita dapat dari pilihan yang agak salah itu, maka menyesal pun berubah menjadi proses pembelajaran.. πŸ™‚

    Suka

  11. Salah pilih itu sebenarnya kita juga yang menilai, soalnya tiap pilihan pasti ada konsekuensinya masing2. Dan apa yang menurut kita pilihan terbaik belum tentu terbaik juga buat orang lain.

    Suka

  12. Wah kata2nya so deeply…
    Dalam sekali dan dewasa sekali… >.<
    pernah menyesal but itu pilihan dan tidak ada yang perlu disesali jika sudah terjadi…
    Keep going because we live to see next not the pass

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s