Gak Penting Yaa

Metamorfosis Kampus Islam

Berawal dari facebook dan berakhir di blog ini. Kata-kata itu yang tepat menjelaskan gambar yang saya selipkan diatas. Gambar tersebut diambil dari akun facebook UIN Ciputat dan saya posting ulang disini.

Saya sendiri tidak tau persis dimana lokasi gambar ini. Tapi yang saya tau foto yang merupakan asrama putri itu masih saya kenal, tidak asrama putri masa dahulu, melainkan asrama putri masa sekarang. Asrama putri masa UIN, bukan masa IAIN.

Bukan fotonya yang menjadi persoalan, tapi bagaimana kesan atas foto tersebut. Tentunya kesan tentang asrama tersebut. Berhubung saya tidak tinggal di asrama putri, maka saya akan memberikan kesan saya dari luar asrama saja. Sebab, awal saya menapaki kota ciputat, dipinggir asrama putri inilah saya mengungsi.

Ciputat adalah kota yang asing di telinga saya. Setahu saya hanya jakarta. Apalagi ada kampus yang bernama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam bayangan saya universitas ini terletak di kota jakarta. Nyatanya tidak. UIN Jakarta itu terletak dipinggiran jakarta, yakni Ciputat. Walau daerah pinggir jakarta, macetnya minta ampun yang tak kalah ngeri dengan kota jakarta.

Gedung Asrama putri UIN Jakarta adalah gedung termegah kedua yang saya lihat di kota ciputat. Gedung termegah pertama saya lihat di jalan juanda, yakni kampus utama UIN Jakarta.

Dengan berbekal pengumuman SPMB di koran, saya menginjakan kaki di kampus pembaharuan ini. Meski ada perasaan tertipu karena baru tahu UIN adalah bentuk lain dari IAIN. Walau demikian saya tidak kecewa. Itulah kali pertama saya tidak kecewa setelah tertipu. Ketidaktahuan saya adalah pangkal bala semua ini.

Beruntung, kampus yang pernah dibesarkan oleh Prof. Dr. Harun Nasution ini membuat rasa ingin tahu saya semakin menjadi. Blog ini adalah salah satu hasil dari keingintahuan saya yang makin liar semenjak berada disana.

Banyak toko-tokoh islam terkemuka di indonesia yang lahir dari kampus ini. Namun, tak sedikit pula yang mengangap lulusannya sebagai sarjana “sesat”. Begitulah dinamika yang saya rasakan selama mengenyam pendidikan di UIN Jakarta. Beragam sudut pandang islam saya temukan disini. Saya semakin sadar makna perbedaan semenjak belajar di kampus pembaharuan ini.

Detik ini tepat pada tanggal 25 Februari merupakan momentum bermetamorfosis IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA). Kampus yang dikenal dengan “jendela islam di Indonesia” ini menyempurnakan diri menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Β IAIN yang dipandang sebagai tempat pendidikan islam yang ekslusif tidak lagi tampak dari wajah UIN.

Walau ada juga sebagian orang yang khawatir dengan masuknya ilmu-ilmu umum yang notabane bukan ilmu agama ke kampus islam akan mambawa kehancuran pendidikan Islam. Semangat demikian tidak terjadi pada mereka yang meyakini bahwa ilmu keisalaman tidak bertentangan dengan ilmu umum lainnya seperti ilmu kedokteran, ilmu matematik, ilmu sosial dan ilmu umum lainnya. Untuk itu, lahirlah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai kampus yang mengkolaborasikan antara ilmu agama dan ilmu umum.

Selamat bermetamorfosis

 

Iklan

26 thoughts on “Metamorfosis Kampus Islam

  1. kita tunggu aja bagaimana para alumninya nnti….apakah bangga dengan baju keislamannya atau justru mengambil keuntungan dari “balik baju” keislamannya…..!

    Suka

  2. “Bukan fotonya yang menjadi persoalan, tapi bagaimana kesan atas foto tersebut. Tentunya kesan tentang asrama tersebut. Berhubung saya tidak tinggal di asrama putri, maka saya akan memberikan kesan saya dari luar asrama saja. Sebab, awal saya menapaki kota ciputat, dipinggir asrama putri inilah saya mengungsi.”

    kalau ajo kan emang ga mungkin di asrama putrii :mrgreen:

    Suka

  3. Justeru Islam dikenal dari dahulu seperti Ibnu Sina, sebagai ahli kedokteran, Aljabar sebagai ahli matematika, Abu ar-Raihan al-Bairuni sebagai seorang pakar sejarah, matematik, astronomi, geografi, kedokteran dan farmasi
    Dari Indonesia misalnya Buya Hamka sebagai Sasterawan ternama Indonesia dengan karyanya yang terkenal “‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”

    Suka

  4. Saya pernah numpang beberapa bulan di rumah saudara di dekat kampus UIN Ciputat ini, kampusnya memang sedang bertransformasi dan semoga selalu mengarah ke arah yang lebih baik..

    Suka

  5. Secara umum, PTAIN di Indonesia memang tengah berbenah diri menjadi lebih baik. Semoga perbuahan itu semua dijalankan dengan penuh tanggungjawab, bukan semata mengikuti tren…

    Selamat bermertamorfisis UIN Jakarta..
    Semoga filosofi keislamanmu, tetap terjaga dan tidak pernah tergerus oleh apapun.. πŸ™‚

    Suka

  6. Fotonya hitam putih, jadi tak kelihatan kemegahan gedungnya. Tapi senang membaca kampus pendidikan islam ini bermetamorfosis mengikuti logika jaman. Agama sebagai suatu keimanan takan pernah berubah, tapi konteks aplikasinya dalam masyarakat harus berubah mengikuti dinamika masyarakat

    Suka

  7. saya orang ciputat, besar di ciputat dan saya setuju…. ampun deh sama macetnya, makanya saya selalu milih jalan belakang kalau mau ke arah jakarta atau sebaliknya mau pulang ke ciputat πŸ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s