Gak Penting Yaa

Carut Marut Kehidupan

Tak terasa sudah tiga hari gak ninggalin postingan di blog “penting gak penting” ini. Bukan kesibukan yang menjadi alasannya, tapi soal komitmen saja. Selama komitmen dan kesetiaan untuk menulis masih melekat di hati, maka jeda menulis bukanlah persoalan.

Tidak banyak yang bisa dituliskan disini selain carut marut kehidupan ini. Kehidupan dalam bernegara yang rusak karena ulah koruptor. Perdamaian yang sumbing karena tindakan kekerasan. Serta keserakahan yang berujung pembunuhan.

Begitulah sekilas pemberitaan yang mewarnai berbagai media. Korupsi pejabat negara yang tak pernah berhenti terdengar dari negeri ini. Desakan pembubaran ormas yang berbau kekerasan dan berbagai mata rantai kasus pembunuhan yang disulut oleh uang dan nafsu serakah.

Begitulah manusia. Sulit ditebak perangai mereka. Ada yang dikatakan sebagai manusia baik dan ada pula yang masuk kategori sebagai manusia jahat. Seberapa baikah manusia ini? Atau, jangan-jangan kita adalah manusia jahat? Mungkin yang lebih cocok pertanyaan dalam diri kita sendiri adalah seberapa besar potensi jahat yang ada dalam diri kita?

Mungkin diantara kita sering berkicau dan mencaci maki tindakan koruptor, tapi lupa berapa sering kita melakukan tindakan koruptif dalam kehidupan sehari-hari. Kita sering bersorak dengan lantang agar menciptakan perdamaian, tapi kita lupa entah berapa kali melakukan kekerasan yang tidak disadari. Kita mungkin marah dengan para pembunuh yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa orang lain, tapi kita lupa membunuh nafsu dalam diri sendiri.

Apakah kita harus sering-sering berkaca agar carut marut kehidupan ini tidak lagi kusut.

Iklan

28 thoughts on “Carut Marut Kehidupan

  1. yah, emang kehidupan bgini jo, bahkan ketika pakar berbicara di salah satu acara yg ditonton oleh banyak orang, mampu mengatakan : “KALAU ANDA BERADA DI POSISI MEREKA, APAKAH ANDA YAKIN UNTUK TIDAK MELAKUKAN HAL YANG SAMA..?”.

    sekali lagi, kita harus berkaca diri, ketika kesempatan itu ada dalam pangkuan kita, apakah kita tidak akan melakukan korupsi juga??? oarng2 sono bilang “dosa gak bejendul, dan uang itu sangat manis”. hehehe

    Dan satu lagi jo, teman sekerjaku yang sudah senior pernah berkata.. “Fit, kalo negara ini aman damai dan sentosa, maka itu artinya akan segera kiamat …”. wauuu itu lebih seram lagi ..

    selamat berhari minggu jo, semoga sukses.

    salam ๐Ÿ™‚

    Suka

  2. nahhh kadang memang lebih mudah melihat keburukankeburukan orang lain, kemudian mencelanya. tapi coba berkaca ke diri sendiri apa kita sudah lebih baik dr mereka? ๐Ÿ™‚

    Suka

  3. wah mesti instropeksi diri dulu nich sebelum berbicara – ” ada dua sisi dalam satu cerita ” kalo kata bang gandi *hmmm

    semoga saya tidak termasuk ke dalam caru marut kehidupan saat ini ๐Ÿ˜ฆ

    d(^o^”)

    Suka

  4. Aku mpe males baca koran dan nonton TV. Abis beritanya jelek melulu ๐Ÿ™‚ Lebih baik kita lihat lingkungan sekitar kita dan berusaha ngelakuin sesuatu. Komplain tentang pemerintah yang nggak bener nggak akan mengubah apapun.

    Suka

  5. Nonton berita TV memang bikin mumet. Saya putuskan untuk mengerjakan apa yang ada di hadapan saya sebaik mungkin, ketimbang memusingkan kejadian-kejadian di layar TV

    Suka

  6. Sepakat dan sepaham,
    kita sekatang lagi sibuk mencaci maki ..
    tapi saya sendiri tampanya belum sempat bertanya sama diri sendiri,
    “seberapa besar komitmen untuk tidak bertindak koruptif”
    Nice posting, Ajo ๐Ÿ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s