Ngepos via Hape

Hak dan Kewajiban Perokok

Merokok tidak hanya menyebabkan kanker, serangan jantung, impoten dan gangguan kehamilan. Merokok juga bisa menyebabakan lupa ingatan. Lupa akan hak dan tanggung jawab.

Perokok mempunyai hak dan tanggung jawab. Seseorang berhak merokok atau tidak. Jika memilih sebagai orang yang merokok, maka ada kewajiban yang melekat pada perokok tersebut. Salah satu diantarnya adalah wajib tidak merokok di dekat perokok pasif. Tidak hanya itu, perokok aktif mempunyai kewajiban untuk tidak merokok di tempat-tempat tertentu.

Sayang, banyak perokok yang lupa akan kewajiban. Tahunya cuma hak merokok saja yang dikedepankan. Sementara kewajiban selalu dikesampingkan.

Lihat diatas angkutan umum. Masih sering ditemukan orang yang merokok dengan seenaknya. Lihat dalam gedung-gedung mewah, masih saja ada yang merokok, padahal sudah ada peringatan dilarang merokok.

Beda sedikit dengan anggota DPR yang tahunya cuma menikmati hak mereka melalui fasilitas negara, tapi lupa dengan kewajibannya menyarakan aspirasi rakyat.

Bangsa ini sedang sakit, sakit lupa tingkat akut. Lupa akan kewajiban, padahal hak sudah terpenuhi. Seharusnya antara hak dan kewajiban itu mesti seimbang.

Misal dalam kasus merokok diatas. Banyak perokok yang lupa dengan kewajiban mereka. Kelupaan itu dijewantahkan dengan merokok sembarangan. Parahnya, sudah merokok sembarangan, puntungnya juga di buang di sembarang tempat pula. Ujung-ujungnya negara ikut lupa mengontrol peredaran tembakau karena tergiur dengan kantong industri rokok yang begitu tebal.

Semuanya serba lupa… bukan lupa-lupa ingat karya kuburan band, tapi dilupa-lupakan.. πŸ˜€

Iklan

27 thoughts on “Hak dan Kewajiban Perokok

  1. iya….hak dan kewajiban berjalan timpang
    setimpang keadilan di Indonesia

    hal ini sama ironisnya dengan bisnis perzinaan diindonesia, yang mau ditutp tapi dengan alasan menjadi salah satu devisa terbesar bangsa so dibiarkan

    kasian benar kita makan uang haram, sistemik

    Suka

    1. dengan alasan devisa segala hal yang tadinya dilarang dapat menjadi legal… salah satu perzinaan itu… sayang kalau gak dilokalisasi sama negara, bakal lebih ribet lagi… serba sulit deh put..:(

      Suka

  2. Horee… saya dapat teman anti rokok di sini…

    Kalo boleh sedikit menggunakan nada pesimistis, bangsa kita sudah terjajah terlalu dalam oleh rokok. Bukti bahwa bangsa kita belum begitu cerdas. Perlu waktu dan effort yang lebih baik untuk melepaskan diri..

    Tapi, bagaimanapun, untuk memerdekakan diri dari penjajahan rokok pastilah ada pengorbanannya. Harus ada yang dikorbankan…

    Suka

  3. postingan yang keren..
    setuju.. kalau merokok asapnya ga perlu dibagi2,, dihabisin sendiri aja..
    masih banyak memang perokok yang belum sadar tempat saat merokok..
    paling males banget deh kalau ngerokoknya itu di ruang tertutup atau di angkot

    Suka

  4. di balik itu, artinya orang indonesia itu senang berbagi. hahahaha

    tp kalo bagi2 asap sih ? jangan deh
    lagian ngapain cape2 beli rokok tapi asapnya di buang juga, mending langsung telen aja ._.”

    Suka

      1. Sebaiknya tentu berhenti merokok. Jangan sampai perokok pasif mendapat asap yg sangat merugikan itu. Nah, kalo ditelen sendiri kan mempercepat senjata makan tuan. Hehe…

        Suka

  5. Lupa tingkat akut….. bahaya merokok ternyata dah menyebar ke DPR juga ya mas…. sampai sakitnya bisa menular kemana2…. penyakit lupa yang sebenarnya tidak lupa tapi di lupa2kan…..
    mau tanya mas…. saya orang indonesia tapi ada bahasa yang masih asing ditelinga saya…. dijewantahkan itu apa ya mas…..

    Suka

  6. Kalau aku,, kalau ada yang deket2 merokok langsung ngibas2in muka.. Ya gak sopan aja mereka merokok di depan aku.. Kalau lagi iseng aku sebut2 perda KTR, kawasan tanpa rokok.. Aahh tapi mereka gak mempan juga seh 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s