Penting Gak Yaa

Aku Ingin Pergi Dari Kampung ini

Sebagai seorang laki-laki, aku dituntut untuk bisa bertanggung jawab. Setidaknya, kelak bisa bertanggung jawab sebagai seorang suami nantinya. Usiaku memang tidak muda lagi, sudah masuk pada fase matang, 40 tahun. Tapi belum jua menikah.

Ya.. Sudah 40 tahun aku hidup di kampung ini. Hidup sendiri tanpa ada yang menemani. Waktu selama itu aku habiskan dengan menggembala ternak milik orang lain. Kadang saat musim panen, ada pekerjaan sebagai buruh tani. Bila tidak panen, maka aku jadi pengangguran lagi.

Sementara, teman-teman seusiaku sudah pergi merantau ke negeri orang. Ingin sekali aku pergi merantau layaknya teman-teman yang telah meraih kesusesan di perantauan. Mungkin dengan merantau, aku dapat terlepas dari jerat rantai kemiskinan yang mengikat diriku.

Karena miskin, banyak wanita yang tidak mau menikah denganku. Beberapa kali pinanganku ditolak. Mau dikasih makan apa anak saya? Tanya orang tua mereka kepadaku. Memang, untuk hidup saya sendiri saja sudah susah. Apalagi harus menanggung beban hidup orang lain. Untuk cari makan buat diri sendiri susahnya minta ampun.

Aku ingin pergi dari kampung ini. Pergi merantau untuk memperbaiki nasib dan menemukan jodohku diluar sana.

Sesampai di perantauan, aku terpaksa menerima kenyataan pahit. Hidupku luntang lantung di negeri orang. Tak ada skill yang aku punya. Hanya bermodalkan nekat dan dorongan pergi secepatnya dari kampungku yang tertinggal itu. Kini aku melewati siang dan malam dibawah jembatan tol. Inilah rumahku di perantauan.

Terbesit dalam hati untuk balik ke kampung. Tapi untuk apa? Apakah untuk menerima cacian dari warga kampungku. Aku katakan tidak pada diriku. Jangan kembali sebelum sukses dan mempunyai pendamping hidup. Ingat dahulu, sewaktu aku ingin sekali pergi dari kampungku itu.

Photobucket

Iklan

45 thoughts on “Aku Ingin Pergi Dari Kampung ini

  1. perjalanan hidupku juga merantau, jauh dari keluarga.
    lebih senang merantau dari pada tinggal dikampung sendiri.
    Alhamdulillah ditempat baru selalu dipertemukan dengan orang-orang baik 😀

    Suka

  2. dikira agan bener-bener mau pergi dari kampung …. 😦
    ternyata cuma fiksi belaka … 🙂
    salam sukses ….

    Suka

  3. bagus…
    Aku katakan tidak pada diriku. Jangan kembali sebelum sukses dan mempunyai pendamping hidup. Ingat dahulu, sewaktu aku ingin sekali pergi dari kampungku itu.

    itulah pegangan para si rantau
    uda Ajo 40 tahun? wah ….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s