Ngepos via Hape

Belanja Karena Kasihan

Sebelum berangkat kerja, ibu menyuruh saya sarapan. Biasanya pagi-pagi ibu sudah masak nasi goreng. Nasi kemaren yang diracik kembali menjadi hidangan lezat. Entah kenapa, hari ini ibu tidak memasak dan meminta saya untuk beli sarapan di luar.

“Beli nasi uduk di warung Mpok Leha sana!” kata Ibu.

Mpok Leha seorang janda muda yang ditinggal pergi suaminya karena meninggal lima tahun lampau. Mpok Leha banting tulang sendirian membesarkan 4 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Mpok baru dua hari jualan nasi uduk. Sebelumnya ia mencoba peruntungan hidup dengan berdagang mainan anak-anak di pasar.

Semenjak kontrak tokonya habis, ia tidak lagi jual mainan. Sekarang banting setir jual makanan di depan rumah, jualan nasi uduk. Tak jauh dari rumah mpok Leha sudah ada yang jualan nasi uduk, yaitu bu Atun. Saingan mpok leha terbilang berat, sebab warung nasi bu Atun sudah lama berdiri dan ramai pengunjung.

“Biarlah… Masing-masing kita punya rezeki. Lagian warung nasi uduk bu Atun berada dua blok dari rumah saya.” Kata Mpok Leha.

Sepiring nasi uduk telah berpindah ke dalam lambung. Saya masih mendengar curhat mpok Leha. Mpok semakin bingung dengan biaya sekolah anak-anak, terutama anak pertamanya yang sudah 2 semester belum bayar uang kuliah. Hampir sejam saya duduk disana mendengarkan keluh kesah mpok Leha. Selama itu tak ada satupun pembeli yang mampir.

Saya mulai sadar, kenapa ibu nyuruh saya sarapan nasi uduk di tempat mpok Leha. Ternyata ibu merasa kasihan, supaya nasi mpok Leha laku maka saya disuruh beli sarapan di sana.

Saya makin risau, sebentar lagi saatnya masuk kantor. Sementara, saya belum juga beranjak dari warung nasi uduk. Dengan raut muka memerah, saya menghentikan obrolan mpok Leha. Sambil berkata, Maaf mpok, dompet saya ketinggalan. Nasi uduknya besok saya bayar ya…

Iklan

30 thoughts on “Belanja Karena Kasihan

  1. Wah anaknya sudah kuliah kok mpok leha masih janda muda ya he he he…just kidding. Tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. Yang pertama adalah kebijakan seorang ibu yang menyuruh anaknya sarapan di warung hanya krn kasihan sama pemilik warung. Kebijakan yang penuh kebajikan. Yang kedua adalah rezeki sudah diatur oleh Allah SWT dan masing2 sdh punya jalan rezekinya

    Suka

  2. your post is nice.. πŸ™‚
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s