Ngepos via Hape

Latihan Menulis Dengan waktu 5 Menit

Menulis bukanlah perkara gampang. Butuh proses untuk bisa menulis. Menulis itu ibarat keterampilan yang perlu diasah terus menerus. Cara mengasahnya agar bisa terampil adalah dengan tiga kata kunci, yakni latihan.. latihan.. latihan..

Beragam cara untuk latihan menulis. Misal dengan membuat catatan harian atau diary, bisa dengan membuat tugas kuliah bagi kalangan akademis. Dan banyak lagi cara untuk bisa menulis, seperti dengan ngeblog.

Karena berkecimpung di dunia blog inilah saya menemukan beberapa cara manulis. Salah satunya adalah teknik menulis 5 menit yang dibagikan oleh Pepih Nugraha dalam page “nulis bareng pepih” di facebook. Teknik menulis 5 menit ini ia ibaratkan dengan main catur cepat. Waktu yang begitu singkat membuat pecatur berpikir cepat tanpa asal-asalan melangkahkan bidak catur.

Untuk bisa menulis cepat, maka diperlukan latihan terus menerus agar terbiasa menulis dalam waktu 5 menit. Dalam waktu sesingkat itu kita harus menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Tidak mudah memang. Itulah yang saya alami.

Kang pepih menantang siapa saja yang ingin menulis cepat dengan memberikan klue berupa paragraf awal. Berikutnya kita melanjutkan paragraf tersebut menjadi sebuah tulisan yang menarik dan bermakna. Syaratnya harus menyelesaikannya dalam tempo 5 menit.

Berikut hasil tulisan cepat (5 menit) saya yang mencoba menjawab tantangan dari kan pepih. Tulisannya terlihat gak sempurna dan separuh jadi. Tapi setidaknya saya sudah mencoba dan berharap terus berlatih menulis cepat.

Inilah tulisan 5 menit itu;

“seorang pria muda dengan perempuan muda terpisahkan oleh sungai berair dalam yang dihuni kawanan buaya lapar. Si pria muda ditemani seekor anjing betina dan si perempuan muda ditemani anjing jantan

Mereka mulai bingung untuk dapat bersatu kembali setelah tersesat beberapa hari yang lalu. Sayang pertemuan mereka menyisakan tantangan yang tak mudah. Harus melewati sekawanan buaya untuk bisa menyatukan kembali cinta mereka yang terpisah oleh sungai.

Dari kejauah si pria mencoba untuk mencari akal agar bisa melewati sekawanan buaya itu. Sementara si perempuan mencoba pula dari sebrang.

Takala mereka berdua mencari jalan untuk bertemu kembali, si anjing betina dan anjing jantan yang bersama mereka ikut pula mencari cara agar mereka dapat menyatukan cinta”

NB: Saat menyelasaikan tantangan ini terjadi kesalahan pada timer waktu. Tadinya saya kira sudah selesai 5 menit, makanya saya berhenti dan hanya mampu menulis sebanyak 3 paragraf + 1 paragraf yang merupakan klue dari kang pepih. Jadi, waktunya tidak sampai 5 menit.

Sampai jumpa di latihan menulis 5 menit berikutnya.

Iklan

30 thoughts on “Latihan Menulis Dengan waktu 5 Menit

  1. Sang Pria bingung bagaimana harus menyatukan anjing betinanya yang berada di seberang sungai…,Sang perempuan pun sama bingungnya…, Anjing-anjing yang dibawa mereka hanya terjongkok diam, menunggu apa yang akan dilakukan oleh majikannya.
    2 menit pun berlalu dan sang pria dan perempuan melihat ke titik yang sama, mereka berdua pun tersenyum lebar dan menuju ke titik tersebut. titik tersebut kira-kira 3 kilo dari tempat mereka berdiri.
    Mereka pun berjalan ke arah titik tersebut dan setelah mendekat,titik itu ternyata adalah sebuah jembatan. mereka pun menyebrang jembatan itu dan bertemu di tengah-tengah jembatan. si anjing jantang menggonggong senang, si anjing betina tersipu-sipu malu. lalu bagaimana dengan si Pria dan Perempuan tersebut???apakah mereka bersatu???
    jawabannya adalah BELUM sebab keduanya baru berumur 7 tahun,jadi cinta monyet gitu deh…,hehehehehe

    itulah yang saya bisa ceritakan selama 5 menit.^_^v

    Suka

  2. Wah, saya senang bukan main Gusti Ramli sudah mempraktikkan “5 Menit Menulis Cepat”. tentu saja dalam prakteknya kita punya banyak waktu, tidak sekedar 5 menit. Patokan waktu ini saya gunakan untuk berlatih dan berlatih: melatih kecepatan gerak jari-jemari di atas papan ketik komputer, terlebih lagi melatih refleks berpeikir menemukan secara cepat kata-kata, idiom, dan kalimat yang tepat, tetapi tetap indah (dalam konteks fiksi). Anda sudah mencobanya dan itu langkah awal menuju terampil yang sesungguhnya. Saya tidak melihat konflik dan klimaks dalam cerita 5 menit yang Anda buat, tetapi ini ‘kan baru pertama. Tidak masalah. Sudah barang tentu ke depan unsur “konflik” dan “klimaks” harus dikemas lebih baik. Tidak dalam waktu 5 menit, tetapi waktu kita seluas-luasnya untuk menulis. Sebagai gambaran, saya sertakan kembali di sini hasil karya 5 menit menulis cepat saya di sini, tentu banyak salah ketik yang saya biarkan apa adanya karena saya menulis tanpa mengoreksi, tetapi lumayanlah sudah terlihat ada konflik (batin) dan klimaks-nya:

    Dalam hitungan detik, tiba-tiba Bram melempar anjingnya ke sungai. beebrapa detik kemudian kawanan buaya yang lapar mengalihkan pehatian kepada anjing yang dilempar Bram. Bram kemudian menceburkan diri ke sungai. Ia mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuan berenangnya agar lekas sampai di ujugn sana, dimana Santi, kekasihnya, sudah menanti. “Cepat Bram,” Santi berteriak di ujung sana. Bram terus berenang dan ebrenang tanpa mengindahkan tenaganya yang hampir terkuras habis. Beruntunglah, kawanan biaya masih berebut dan mencabik-cabik anjing kesayangan Bram, Monalisa, yang terpaksa ia lemparkan demi mengalihkan perhatian buaya. Sedih juga ia harus berpisah dengan anjing Monalisa yang sudah menemaninya selama enam tahun terakhir. “Sedikit lagi, Bram!” teriak Santi lagi. “Awasss Bram, buaya besar di belakangmu!!!” Dengan sisa-sisa tenaganya, Bram akhirnya bisa menyentuh tepi sungai. Santi mengelurkan tangan dan menarik Bram sekuat tenaga dari sungai. Senja yang merakah itu menjadi saksi sepasang kekasih berpelukan setelah sekian lama terpisahkan. Merek larut dalam kehangatan dan kerinduan, seakan-akan mereka tidak bertemu seabad lamanya. Akan tetapi hal yang tidak mereka duga, sebuah peristiwa yang mengejutkan mereka berdua, Bram dan Santi melihat dengan kepala sendiri, anjing kesayangan Santi yang bernama Richard, tiba-tiba berlari menjauh, lalu tak lama kemudian anjing jantan itu menceburkan diri ke sungai. Luar biasa! Anjing itu kemudian berenang mendekati darah seger yang berbuih di sungai seberang sana, darah dari anjing Monalisa yang tengah tercabik-cabik. Richard terus berenang agar bisa meraih Monalisa yang sudah tidak tampak di depan matanya. Beebrapa detik kemudian, sekawanan buata menyergap Richard dan mencabik-cabik tubuhnya sampai lumat. Richard, anjing malang itu, tidak sempat menyentuh Monalisa, kekasihnya, seperti sepasang tuannya yang kini larut dalam bahagia.

    Suka

    1. betul kang, dalam latihan sesungguhnya banyak waktu.. 5 menit hanyalah sebuah patokan dan bisa juga dengan beberapa menit.. tapi 5 menit cukup menantang… mungkin karena tantangan pertama ini saya menulis lewat handphone, jadi masih banyak kesalahan, termasuk diantaranya tidak membiarkan kesalahan menulis kata-kata begitu saja, tapi malah mengkoreksi kata tersebut.. berikutnya saya akan mencoba nulis lewat komputer. semoga kedepan saya bisa menambahakan konflik dan klimaks.. tentu dengan teknik mengawali tulisan sesuai dengan yang seblumnya kang pepih bagikan.

      makasih pencerahannya, atas contoh yang kang berikan dalam komen diatas… 🙂

      Suka

  3. Waaahhh …
    tips ini patut dicoba nih …

    Kalau saya … latihan menulis itu adalah …
    saya bayangkan saya sedang ngomong sama seseorang …
    nah omongan itulah yang saya coba ketik di komputer …
    (layaknya orang bicara …)

    Salam saya

    Suka

  4. bagi saya jujur saja kayaknya ga mungkin bisa menulis dalam waktu lima menit yang harus ada unsur “konflik dan klimaks..”..tapi biarpun begitu mau mencoba dan terus berlatih..

    Suka

    1. serpertinya keren tuh metode hipnosis, tampaknya sedikit susah untuk mempraktikan menulis dengan hiponosis tsb… Sebetulnya metode menulis cepat dengan waktu singkat ini merupakan upaya untuk membangkitkan semangat menulis saja.. Jika sebelumnya sehari saja susah bikin satu tulisan karena alasan tidak ada waktu, maka menulis cepat dapat menjadi pilihan agar terbiasa menulis, setidaknya satu tulisan sehari…

      Suka

  5. Luar biasa.. Cuma 5 menit. kadang yang sulit itu mencari ide untuk menulis. Jadinya ngga pernah nulis. dikasi waktu 5 menit ya masih pusing juga mikirin ide tulisan. ada saran?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s