Ngepos via Hape

Nikmati Hidup dan Pandai Bersyukur

Ketika makan siang, saya berjumpa dengan seorang ungku (ulama) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Selama ini ulama diidentikan dengan penampilan alim. Ungku ini tidak seperti ulama kebanyakan, penampilannya seperti orang biasa. Selain buruh bangunan, ungku juga bekerja sebagai petani.

Satu hal yang dipesankan ungku kepada kami yang muda-muda ini, yakni nikmatilah hidup dan pandai-pandai bersyukur.

Sejenak kami tertegun dan bingung memaknai pesan tersebut. Sesampai di rumah, saya tak kunjung paham apa maksud dari perkataan ungku tadi. Supaya lebih nyaman, maka langsung saja saya rebahkan badan di tempat tidur sambil menyikap tabir dari pesan moral diatas.

Pertama, nikmatilah hidup. Memang hidup ini penuh lika-liku dan rintangan. Dalam hidup ada merasakan bahagia, tapi ada juga yang merasa resah. Hidup ada susahnya, ada pula senangnya. Pandangan hidup seseorang pasti berbeda-beda. Itu adalah keniscayaan, namun dalam perbedaan itu semua orang ingin merasakan hidup bahagia.

Hidup bahagia tidaklah mudah, sebab dalam perjalanan ada saja sesuatu hal yang bisa membuat resah. Entah apalah itu. Pada masa-masa resah inilah kehidupan tidak lagi terasa nikmat. Untuk itu, perlu kiranya keresahan tersebut dianggap sebagai hiasan dalam hidup yang semestinya harus kita nikmati.

Apapun yang terjadi, bagaimanapun kondisi yang sedang dihadapi dan seberapa besar materi yang dimiliki. Hidup ini memang layak untuk dinikmati. Baik itu dalam keadaan susah, maupun senang.

Kedua, pandai-pandai bersyukur. Supaya kita dapat menikmati hidup ini, maka pandai-pandailah bersyukur.

Syukur bukan hanya sekedar mengucap alahamdulillah, sebab syukur tidak terletak di lidah tapi di hati. Syukur harus diwujudkan dalam bentuk tindakan dan tingkah laku. Misal, kita mendapatkan rezeki berupa uang, maka cara bersyukur atas rezeki tersebut adalah dengan bersedekah dan berzakat. Bila dikaruniai seorang anak, maka bentuk syukurnya adalah mendidik anak tersebut sabaik mungkin. Dan banyak lagi bentuk syukur lain yang diwujudkan dalam bentuk tindakan dan perbuatan nyata.

Hati orang yang bersyukur akan merasa tenang dan tentram. Dengan ketentraman itu akan merasakan kenikmatan dalam hidup ini. Pandai-pandai bersyukur adalah kunci menemukan kenikmatan hidup.

Dalam renungan diatas kasur, saya menebak-nebak apakah makna nikmat hidup dan pandai bersyukur yang dilontarkan ungku tadi siang seperti yang saya uraikan. Atau mungkin ada makna dan cara lain tentang menikmati hidup dan pandai-pandai bersyukur ini???

Iklan

45 thoughts on “Nikmati Hidup dan Pandai Bersyukur

  1. Yup,kita harus bersyukur dalam kondisi senang maupun sedih,selain itu nikmat Tuhan banyak sekali,salah satu contoh yang sangat mudah adalah kita masih diberi nafas agar kita bisa beribadah dan slalu bersyukur padaNya.

    Suka

  2. Bener banget.. Nikmati hidupmu dan kamu akan banyak bersyukur kan yak.. Ya minimal kita melihat orang2 yang pastinya masih banyak yang lebih berkekurangan daripada kita kan yak 🙂

    Suka

  3. Sedikit atau banyaknya. Susah juga senangnya, pasti ada hikmah di baliknya. Bersyukur menenangkan, seperti mudah, tapi kadang sulit Jo.
    Rancak nian apa yg dikata Ungku…

    Suka

  4. banyak sekali hikmah dibalik rasa syukur. syukurga hanya saat kita mendapat kebaikan tapi juuga disaat kita mendapat ujian…karena disanalah kita bisa melihat siapa yg sebenarnya telah berhasil memaknai arti syukur yang sesungguhnyaa..

    Suka

  5. Dengan syukur itu juga akan bisa membatasi sifat manusia yang sebenarnya merupakan makhluk yang tidak pernah merasa puas dari apa yang telah didapat. Karena dengan rasa syukur itu maka, ketidak puasan itu pun akan terkendali 🙂

    Suka

  6. Aku sendiri sedang belajar untuk bersyukur. Masih suka terlena dan iri dengan apa yang dimiliki orang lain walaupun ga sampai gimana banget sih. Semoga bisa terus belajar jadi lebih baik.. ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s