Ngepos via Hape

Apa Itu Rezeki?

Di malam nan sunyi ini, masih teringat dengan dua sosok anak muda yang aku jumpai sore kemaren. Sayang tak sempat bertegur sapa dengan mereka. Aku tak kenal, cuma berselisih jalan dengan mereka.

Dua anak-anak itu membimbing seorang wanita paruh baya. Sepertinya mereka bukan berasal dari kotaku. Wanita itu tampaknya ibu mereka. Di wajah wanita itu melekat bedak beras, semacam bedak yang terbuat dari tepung beras. Baju lusuh masih terpasang disekujur tubuh ketiga orang tersebut.

Entah dari mana dan kamana tujuannya. Raut muka mereka tampak kelelahan seakan tak henti berjalan sejauh ribuan kilometer. Langkah demi langkah terus dijalani untuk mencapai tujuan yang tak jelas.

Mareka adalah kaum yang terpinggirkan. Mereka tak pernah dikenal oleh negara ini. Sesungguhnya kehidupan mereka dijamin oleh negara, namun apalah daya penguasa negeri ini terlalu serakah. Sehingga mereka dianggap sebagai orang yang tak pernah ada di negara makmur ini.

Jangankan rumah, uangpun mungkin mereka tak punya. Mereka hidup berbekal keyakinan. Yakin bahwa Tuhan memberi jalan atas langkah-langkah mereka mengarungi samudera hidup. Jika hidup ini diukur dengan selembar uang, maka mereka tidak bakal mungkin bertahan sejauh ini.

Ada sesuatu yang aku rasakan dalam jiwa ini ketika melihat saudara-saudara kita yang kurang beruntung itu. Hati menangis, kenapa harus mereka menanggung beban kehidupan yang serba kapitalis ini.

Tuhan Maha Adil. Dia melapangkan rezeki bagi sebagian umat-NYA dan menyempitkan kepada sebagian lain-NYA. Ketika kita berada pada posisi yang lapang, maka selayaknya kita merenggangkan beban saudara kita yang sedang merasakan kesempitan dalam rezekinya.

Perihal ini semakin membuat saya penasaran dan tertarik memaknai rezeki. Ada yang bisa menjelaskan apa itu rezeki? Seberapa besar rezeki yang dimiliki dua bocah dan seorang ibu paruh baya tersebut?

Iklan

38 thoughts on “Apa Itu Rezeki?

  1. Allah itu Ar Razaq da.. Kita aja yang kadang kurang bersyukur dengan rizqi yang udah di kasih Allah.. Dikasih ini minta itu. dikasih satu minta dua. ga ada bersyukurnya.. 😦

    Suka

  2. apa pun yang ada pada kita itu semua rezeqi. kita bisa melihat, bisa mendengar, bisa punya rasa, apakah itu bahagia, sedih, galau, itu juga rezeqi. ketika rezeqi tertutup, maka kita telah berada di alam lain.
    selama ia masih punya nafas, berarti ia masih punya rezeqi, hanya saja kadar yang berbeda- beda.
    Allah melapangkan sebagian orang, dan membatasi sebagian orang, Allah berkehendak atas segala sesuatu.
    setiap orang punya nilai “peruangan” kadang sebagian berjuang lewat” rezeqi ekonomi” berjuang lewat rezeqi ilmu. berjuang lewat rezeqi kesehatan, rasa, agama, dan berbagai perjuangan lainnya.

    namun agama juga mengatur, agar kita mau berbagi,
    bahkan dikatakan belum sempurna iman kita, bila tetangga kita masih kelaparan, sementara kita tidur dengan kenyang. semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang pandai bersyukur dan gemar berbagi

    salam ..🙂

    Suka

  3. Pemahan saya tentang rezeki terutama menyangkut ekonomi adalah sesuatu yang diusahakan datangnya dan berbanding lurus dengan seberapa besar usaha dikerahkan. Rejekin datang dari Allah. Ini tak terbantahkan. Namun untuk memperolehnya secara maksimal kita harus melakukan pertukaran dengan sesama makhluk yang mencari rezeki pula. Kita bisa saja meminta tapi rezeki yang datang dari minta-minta tanpa memberi nilai tambah kepada sang pemberi disebutnya pengemis, bukan pengusaha. Kalau melihat fakta, Allah lebih suka kepada mereka yang melakukan pertukaran rezeki dari pada meminta tanpa mengembalikan.

    Suka

    1. tapi tidak selalu usaha yang dikerahkan berbading apa yang didapatkan ni evi… misalnya, ada orang yang sudah bersusah payah berusaha dan tidak mengemis, tapi tetap saja rezekinya secara ekonomi mandeg….

      Suka

  4. yakinlah Tuhan itu Maha Pemurah…rezeki datangnya dari Alloh melalui perantara, tugas kita hanya berikhtiar untuk mencarinya..segala sesuatunya Tuhanlah yang menentukan..

    Suka

  5. di luar sana banyak sekali yang membuat hati kita teriris, orangorang yang tak mampu yang sebenarnya pastilah telah diberi rezeki yg adil oleh Yang Maha Kuasa
    semakin melihat mereka semakin kita harus bersyukur dengan rezeki yang kita dapatkan

    Suka

  6. Kalau menurut saya Rejeki itu adalah Segala sesuatu yang telah / belum kita dapatkan, dan kita syukuri…
    Terhindar dari bencana itu pun Rejeki yang amat sangat besar, bahkan lebih dari uang, 😀

    Salam…

    Suka

  7. hidup, mati, rejeki dan jodoh itu rahasia Tuhan.. bagi saya sih, asal kita udah berusaha dan berdo’a, selebihnya kembalikan ke Tuhan.. bersyukur aja atas nikmat yang udah didapat.. 🙂

    Suka

  8. Terlalu sering kita mencari dan mengejar yang bukan milik kita. Dan seringkali kita menganggap tidak ada apa yang sudah dikaruniakan Allah pada kita.

    itulah mengapa orang sulit tuk bahagia,,, karena selalu mencari apa yg ia belum punya.. 😦 gag pernah nengok sama apa yg ia miliki ;(

    Suka

  9. Setiap orang sudah ada rezekinya. Termasuk ibu dan dua orang anaknya. Mungkin dari segi lembaran uang mereka tak punya. tapi mereka masih punya rezeki yang lain. Kesehatan, tubuh yang utuh dan berfungsi baik serta yang lainnya. Itu juga termasuk rezeki kan. 🙂
    Jadi rezeki tidak selalu dengan materi. 🙂

    Suka

  10. menurut saya rezki itu tidak harus dibayangkan dengan uang, tapi bisa dengan yang lain, seperti rezki kesehatan.
    Mana tau walaupun ibu itu miskin tapi selalu sehat, beda dengan yang kaya tapi banyak penyakit, apalagi kalo udah kena kasus bentar-bentar sakit.

    Jadi menurut saya, setiap manusia rezki itu sama, cuma bentuknya aja beda-beda.

    Suka

  11. Rejeki bagi saya adalah nikmat yang kita peroleh sampai saat dan harus kita usahakan kemudian untuk kelangsungan hidup kita. Semua harus kita syukuri … semoga Allah meridhoi. Amiiin 🙂
    Salam 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s