Ngepos via Hape

Orgen Tunggal: Acara Hiburan Dalam Pesta Pernikahan di Ranah Minang

Ranah minang terkenal dengan keelokan alam dan kesantunan adatnya. Filosofi adat basandi syarak, syarak bersandi kitabullah menjadi pondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kelestarian adat masih tampak hingga sekarang yang dapat dilihat dalam prosesi pernikahan putra putri minang yang disebut dengan baralek.

Tidak selamanya baralek mengikuti aturan baku dalam adat. Ada sedikit sentuhan nilai-nilai modern yang masuk dalam prosesi baralek. Salah satu diantaranya adalah adanya hiburan orgen tunggal dalam pesta pernikahan.

Orgen tunggal adalah acara musik yang menampilkan artis seksi berpakaian minim. Baju super ketat, rok mini, dan dada sedikit terbuka. Musiknya tidak lagi musik melayu, tapi sudah mulai merambah musik mancanegara beraliran house dan disco. Iringan musik orgen tunggal layaknya musik diskotik yang membuat penyanyi berjoget seperti cacing kepanasan.

Semakin malam, suara orgen tunggal samakin keras. Tak peduli warga disekitar tidur atau tidak. Tidak hanya itu, kadang tuan rumah menyediakan minuman keras. Jadi, ada yang mabuk-mabuk sambil joget di pentas. Ujung-ujungnya pesta perkawinan berubah menjadi pesta miras.

Negara dalam hal ini pemerintah tak mampu lagi berbuat apa-apa selain membuat perda. Setelah perda disahkan, implementasi paraturan daerah tentang orgen tunggal dalam baralek tidak berjalan. Peraturan kuat diatas kertas, tapi mandul dalam pelaksanan. Negara tidak pernah berfungsi mengurus rakyat yang kian gila dengan budaya syahwat.

Ninik mamak yang memiliki pengaruh kuat dalam adat minangkabau tidak bisa bertindak. Takkala kemenakanya terjerumus dalam lubang maksiat dan terpana dengan hiburan syahwat, ninik mamak tak sanggup membendunh semuanya. Ninik mamak telah kehilangan perannya.

Bagaimana dengan alim ulama? Sama saja dengan kedua pilar diatas, tak jauh berbeda. Alim ulama yang dalam hal ini ustdaz sudah berbusa-busa mulutnya melarang warga berbuat nista. Namun apalah daya, nasehat ustadz hanya berlaku dalam mesjid saja. Orgen tunggal semakin merajalela.

Lantas, apa solusi atas semua itu. Intinya terletak pada struktur masyarakat yang terkecil, yakni kelurga. Ketika keluarga tidak mengizinkan acara baralek yang mereka laksanakan berubah menjadi pesta miras dan hiburan syahwat, maka itu tidak akan pernah terjadi.

Kapan perlu tidak ada orgen sekalian dalam baralek. Sayang persepsi yang berkembang ditengah masyarakat menganggap jika tidak ada orgen tunggal, maka sama saja tidak ada baralek. Sebagian keluarga berada pada posisi delimatis untuk mengadakan atau tidak orgen tunggal dalam resepsi pernikahan.

Selain itu, perlu kearifan pengusaha orgen tunggal agar menampilkan penyanyi yang berpakaian sopan. Selama permintaan pasar besar atas penyanyi berpakaian seksi, maka pengusaha orgen tunggal tidak bakal mau nyuruh penyanyinya berpakain sopan. Jadi, kembali lagi pada masyarakat. Apakah tetap terus-terusan membudayakan orgen tunggal pengumbar nafsu ini atau tidak. Silahkan pilih..!!!

Iklan

28 thoughts on “Orgen Tunggal: Acara Hiburan Dalam Pesta Pernikahan di Ranah Minang

  1. orgen tunggal itu….sesuatu
    #halah…

    bener mas, kembali ke masing2 lagi…pemerintah, ulama sudah berupaya sekarang bagaimana masyarakatlah yang menentukan πŸ˜€

    tulisan2nya bagus mas…kepengen belajar jadinya πŸ˜€

    Suka

  2. alhamdulillah di kampuang wak, khususnya di banuhampu agam jarang sekali diadakan orgen tunggal plus miras.. kadang miris juo ma liek alek pakai orgen tunggal jo mabuak2 tu da.. ndak do minang nyo doh 😦

    Suka

  3. sayang banget yah, padahal acara yang sakral seperti upacara pernikahan kan seharusnya jadi acara yang dikenang indah penuh makna, bukan malah teringat siapa pernah berantem dengan siapa diacara pesta pernikahan tersebut gara-gara orgen tunggal dan miras.

    Suka

  4. di kampungku di jawa tengah sana sering juga ada organ tunggal kalau nikah tapi penyanyinya masih berpakaian sopan sopan kok, nggak tahu ya kalau di daerah lain

    Suka

  5. wah.. isi pikiran kita sama dong bang.. saya sebenarnya gak setuju dengan hal-hal yang kayak gitu..
    kalau bisa nikah nanti gak orgen-orgenan.. tapi mungkin orang tua lah yang malah menyuruh…
    Dilematis… 😦

    Suka

  6. klo di kampung lahir saya,di purworejo jateng, orgen tunggal sudah jadi langganan dan banyak diminati :D. tp klo di tanah minang, ga bisa komentar banyak. lha wong saya lum pernah kesono he2 πŸ˜€

    Suka

  7. Tak satupun bangsa yang bisa menghindar dari perubahan. Apa lagi di ranah minang yang berkarakter terbuka, budaya asing akan mudah sekali di serap. Dalam hal orgen tunggal, musiknya tak mengapa. Tapi kalau sampai berpakaian sexy dan pesta miras, aku kira seluruh orang Minang mestinya merasa malu pada perubahan ini..

    Suka

  8. iyo, orgen tunggal ko sabana parah..
    ndak paralu orgen ge sabana nyo doh saat baralek, tetap sah insyaAllah.. tapi urang awak ko lah kebarat2an..
    lah ndak tantu ma nan rancak dan ma na buruak lai..

    Suka

  9. Satujuuuu …

    Saya rasa pengelola orgen tunggal harus peka dengan sistim nilai yang menjaga kesopanan itu …
    Dan yang lebih penting lagi sebetulnya adalah … Orang yang menyewa Orgen tunggal itu juga harus mau memberikan arahan kepada Pemain dan Penyanyi Orgen tunggal … agar tidak kelewat batas …

    (karena di banyak kejadian … justru yang minta “pertunjukan” seperti itu adalah si Tuan Rumah sendiri …)(dengan alasan … Biar Rame katanya …)

    Ingat Orgen Tunggal
    Ingat Minang
    Ingat Baralek …
    saya akan selalu ingat …
    MALAM BAINAI …
    (ini lagu wajib yang selalu dinyanyikan di perhelatan sejenis)

    Salam saya

    Suka

  10. Mulai dari diri sorang dulu. Pastikan kita dan anggota keluarga kita tidak memesan orgen tunggal katiko baralek.
    Kini hanyo berbekal laptop dan speaker aktif alah bisa buek lagu sapueh-puehnyo. Untuak apo orgen bana.
    he he. berang tukang organ ka awak mah he he

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s