Ngepos via Hape

Hembusan Beruk dan Nasi Beruk

Dua hari belakangan saya mendapatkan dua istilah baru. Pertama, ambuih baruak (hembusan beruk). Kedua, nasi baruak (nasi beruk). Kaduanya sama-sama menyebut kata beruk. Tapi tidak memiliki makna yang sama.

Istilah pertama adalah semacam kiasan dan istilah kedua adalah istilah yang sesuai dengan kenyataan. Sebelum mengurai dua istilah tersebut, mari kita bahas sedikit perihal beruk.

Beruk merupakan binatang sejenis monyet. Beruk memiliki keahlian memanjat pohon. Bagi masyarakat pariaman beruk merupakan andalan untuk memanjat pohon kelapa yang tumbuh subur di pariaman. Jika pernah melihat beruk memanjat, mungkin anda bakal terkesima.

Apa yang diperintahkah oleh tukang beruk, maka beruk tersebut langsung nurut tanpa protes. Disuruh ngambil kelapa tua, si beruk langsung menjatuhkan kelapa tua. Tidak hanya kelapa, beruk juga bisa memanjat pohon durian sampai memetik jengkol.

Untuk bisa memanjat, beruk dilatih terlebih dahulu. Ada sekolahnya juga lho. Beruk-beruk kecil dilatih di sekolah tersebut, jika sudah mahir maka beruk tersebut sudah bisa dijual dan dimanfaatkan oleh tukang beruk untuk memanjat ribuan pohon kelapa di pariaman.

Nah, di salah satu rumah makan saya ketemu dengan tukang beruk yang lagi makan siang. Ketika nasi tukang beruk tiba, maka ia memesan satu porsi lagi nasi beruk. Wah, ternyata beruk makan nasi juga! Tanya saya dalam hati. Inilah pertama kali saya mendengar istilah nasi beruk.

Sehari sebelumnya, di rumah makan yang sama saya mendengar istilah asing di telinga. Istilah tersebut yaitu ambuih baruk (hembus beruk). Saya kira beruk bisa menghebus layaknya seperti manusia. Nyatanya kata tersebut merupakan kata kiasan bagi praktek para dukun.

Jampi-jampi dukun untuk mengobati pasiennya digambarkan sebagai ambuih-ambuih baruak (hembusan beruk) saja. Artinya, dari jampi-jampi tersebut mustahil rasanya penyakit bakal bisa terobati. Sama mustahilnya dengan seekor beruk menjatuhkan buah kelapa dengan sekali hembusan.

Masih percaya dengan praktek dukun yang suka jampi-jampi? Jika iya, lebih baik hembus saja telinga beruk dari pada percaya pada hal tersebut yang bisa menjerumuskan kita pada lubang syirik.

Salam Beruk

Iklan

11 thoughts on “Hembusan Beruk dan Nasi Beruk

  1. Saya juga pernah mendengar cerita tentang Beruk yang pintar memanjat dan memetik kelapa ini dari seorang teman yang istrinya kebetulan dari Sumatera Barat (malah kalau nggak salah dari Pariaman juga). Hebat ya beruk itu – berarti memang beruk memiliki kecerdasan yang cukup baikuntukmenerima perintah manusia.

    Salam kenal,Pak Gusti.

    Suka

  2. klo di kampung saya yang manjat pohon kelapa itu monyet bukan beruk
    mungkin disini banyak nya monyet kali ya

    bener banget, klo ke dukun itu ibarat beli obat (pil/tablet) sakit kepala terus di tempelin di kening, gak bakal ilang sakit kepalanya

    Suka

  3. Awak baru mandanga istilah ambuih baruak ko mah Jo? Science yg kita pelajari di sekolah menghapus kepercayaan kepada ahli penyembuh lokal yang kadang dapat sebutan dukun. Science skeptis terhadap pengetahuan yang tak terstruktur, tak dapat dibuktikan dengan fakta, tidak dilakukan pengajian sebelumnya dll. Tapi sebelum ilmu kedokteran muncul dalam peradaban kita, dukunlah yang menyembuhkan umat manusia. Hanya saja emang dunia perdukunan terlalu cair, setiap orang bisa mengaku ahli tanpa pembuktian, ini yg bikin dunia perdukunan seperti ambuih-ambuih baruak 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s