Ngepos via Hape

Kelaparan

Dear, saudaraku

Jam sudah menunjukan pukul dua siang. Sebentar lagi petang bakal datang. Apakah engkau sudah makan siang saudaraku? Atau engkau menjamak makanmu di malam hari?

Aku tahu, menahan rasa lapar itu tidaklah mudah. Kalaupun engkau punya uang, tak mungkin kau tahan rasa laparmu.

Tapi aku heran, kenapa engkau sanggup tidak makan dalam sehari. Sebaik-baik nasibmu, paling engkau sanggup makan sekali sehari. Tidak seperti kebanyakan saudaramu yang lebih beruntung. Mereka makan dua kali sehari, bahkan bisa lebih dari tiga kali sehari. Jangan bandingkan dengan saudara lainnya, yang sanggup membeli segelas kopi dengan harga sebanding biaya makanmu selama tiga hari.

Meskipun engkau hidup dengan keterbatasan materi, tapi engkau diberi kelebihan berupa non materi. Kesanggupan tubuhmu menahan lapar tidak ada lawannya dengan mereka yang lebih beruntung darimu. Kekuatan itu merupakan kelebihanmu yang tidak dimiliki orang lain.

Aku memang tidak sehebat dirimu. Ketika rasa lapar datang menghampiriku, tulangku terasa menggigil. Untuk mengetik surat ini saja tanganku gemetaran. Itu baru setengah hari aku tidak makan, padahal pagi tadi aku sudah sarapan. Sedangkan dirimu sanggup tidak makan berhari-hari. Engkau memang kuat saudaraku.

Regards,
Saudaramu yang juga kelaparan.

Iklan

One thought on “Kelaparan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s