Ngepos via Hape

Tidak Ada Yang Baru

Tiupan terompet terdengar melengking di keheningan malam. Beragam acara digelar untuk menantikan detik-detik pergantian tahun. Bakar ikan, bakar jagung sampai bakar kembang api.

Dimana-mana ceritanya selalu soal tahun baru. Apalagi di jejaringan sosial yang tak henti membahas tahun baru. Ada yang beresolusi, ada yang pergi jalan-jalan di tempat keramaian lalu update status, ada pula yang memilih untuk tetap di rumah.

Acara televisi juga menampilkan program edisi tahun baru. Di radio, penyiar ngoceh soal tahun baru. Mereka bergembira menanti kehadiran tahun baru yang mungkin sekaligus sebagai momentum untuk membangun harapan baru. Sebagian orang hanya sekedar menikmati semarak tahun baru sebagai hiburan sesaat.

Ada sebagian kecil orang yang jitu melihat celah bisnis saat pergantian tahun dengan berjualan terompet dan aksesoris tahun baru.

Fenomena tahun baru bukan tidak ada penentangnya. Sebagaian masyarakat malah melarang perayaan tahun baru. Bahkan ada yang lebih ekstrim, dimana perayaan tahun baru dinyatakan sebagai perbuatan yang haram. Jika dibahas soal seperti halal dan haram ini maka akan semakin pelik.

Seorang cendikiawan pernah mengeluarkan stetment bahwa di bawah langit tidak ada yang baru. Semuanya merupakan pengulangan dari kejadian lama. Sayang kita tidak mengetahui apa yang terjadi di masa lampau karena keterbatasan ingatan.

Mungkin saja sebelum ada perhitungan kelender seperti sekarang, masyarakat dahulu juga pernah “berpesta” merayakan perubahan waktu. Entahlah. Rasanya tak perlu menghakimi sesuatu yang belum tentu melanggar syariat. Selama akidah tetap terjaga, kiranya oke-oke saja menjalani pergantian tahun masehi ini.

Jangan-jangan sentimen kontra tahun baru ini berkaitan dengan penggagas kelender masehi yang berasal dari kalangan nasrani. Sehingga hal yang berbau masehi dinggap sebagai sesuatu yang haram. Entahlah.

Bukankah dalam islam dikenal prinsip larangan berlebih-lebihan yang berarti menjalankan sesuatu sesuai dengan porsinya agar tidak mubazir. Untuk itu, rayakanlah tahun baru sesuai dengan porsinya tanpa perlu berfoya-foya.

Eitsss… Satu lagi, semoga pergantian tahun ini sebagai awal bagi saya untuk menulis sebanyak mungkin dan menulis sebebas mungkin… (Curhat colongan :mrgreen)

Selamat Tahun Baru Bagi yang Merayakan.

Iklan

2 thoughts on “Tidak Ada Yang Baru

  1. Ah, untuk apa merayakan pergantian tahun.
    Sama saja dengan ulang tahun, hari di mana umur kita hidup di dunia berkurang setahun. Tahun baru berarti waktu penduduk seluruh bumi hidup di dunia ini berkurang setahun. ๐Ÿ˜€

    Merayakan berkurangnya umur kita? Sungguh konyol. ๐Ÿ™‚

    Mari terus berdoa, semoga di tahun masehi yang baru ini kita semua tetap diberi kesehatan, tetap bisa berkumpul bersama keluarga, semoga segala urusan pekerjaan maupun akademis kita dilancarkan, dan kita berharap semoga di tahun 2012 ini umur kita selalu diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin! ๐Ÿ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s