Ngepos via Hape

Ibu Tua

Setiap aku pergi ke kampung jajanan itu, mataku selalu tertuju pada sosok ibu tua di ujung toko. Dengan tertatih-tatih ia membersihkan barang dagangannya. Tatapannya kosong, seperti gelas-gelas yang berjejer di warung sederhananya.

Tidak ada satupun pembeli yang mampir. Meskipun banyak orang yang lalu lalang. Jarang sekali anak muda yang singgah, walau hanya untuk sekedar ngopi-ngopi.

Ditengah mengguritanya kapitalisme yang membuat persaingan semakin ketat. Ibu tua itu masih tetap bertahan, walau kadang berhadapan dengan kerasnya zaman.

Ibu tua itu hanya satu dari sekian ibu-ibu yang berjibaku di kampung jajanan itu. Di sebelah tempat jajanan tersebut ada sebuah pasar tradisional yang kebanyakan pedagangnya dari kaum hawa.

Sepagi buta, lapak sudah digelar dengan sehelai terpal plastik. Sambil menunggu pembeli, satu persatu barang dagangannya disusun hingga rapi. Tak kenal lelah, inilah hidup.

Penghasilan suami yang hanya buruh tani tentu tidak akan mencukupi untuk mengebulkan asap di dapur. Untuk itu, tidak ada pilihan sehingga berjibaku mengais rezeki. Tidak ada lagi batasan gender, desakan ekonomi menggerakan jiwa mereka untuk bertahan hidup.

Siapa bilang perempuan harus di dapur, sumur dan kasur. Banyak kaum perempuan yang keluar dari tempat yang dianggap sebagai kodrat mereka itu. Kini mereka telah berkeliaran di pasar-pasar bersaing bersama para laki-laki.

Bahkan dalam pekerjaan yang keras, juga ada perempuan yang ikut serta. Sebut saja kuli panggul, kondektur sampai pedagang sayur. Perempuan tidak hanya mengurus dapur, tapi ada juga yang menjadi direktur.

Hari ibu memang sudah lewat, keberadaan mereka tidak hanya dikenang sehari itu saja. Namun, kehadiran sesosok ibu akan dikenang selamanya. Ia tidak hanya bisa menjadi panutan bagi anak-anak dan pendaping bagi tapi bisa juga menjadi andalan keluarga. Walau tercipta dari tulang rusuk, ia kadang bisa menjadi tulang punggung keluarga.

Selamat Hari Ibu.

Iklan

2 thoughts on “Ibu Tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s